Haryono Suyono : Kami akan Adopsi Posdaya Binaan IPB
Di hadapan puluhan anggota Persatuan Wredatana Seluruh Indonesia (PWRI) seluruh Indonesia, Ketua Umum PWRI Haryono Suyono meminta kepada seluruh anggotanya untuk mengadopsi Posdaya Kenanga di Kelurahan Setu Gede, Kota Bogor dalam kegiatan Jumling IPB (22/6). Menurutnya, Posdaya binaan IPB ini sangat kreatif dalam mengembangkan dan meningkatkan kesejahteraan serta wawasan masyarakatnya.
“Seperti Posdaya Kenanga di Desa Setu Gede ini, saya ingin seluruh anggota PWRI untuk mengadakan Tuling (Sabtu Keliling) atau Mingling (Minggu Keliling) dan mengembangkan posdaya-posdaya di daerahnya masing-masing. Seperti sudah dipaparkan koordinator Posdaya Kengana, Pak Salikan, program kreatif selalu dimunculkan untuk menarik minat masyarakat agar aktif dalam posdaya demi memajukan daerahnya,” ujar Pendiri Yayasan Damandiri ini.
Sebelumnya, Salikan selaku koordinator Posdaya Kenanga, memaparkan keberhasilan yang sudah dicapai Posdaya Kenanga. “Posdaya Kenanga berdiri bulan Mei 2010. Ada kekuatan besar yang menjadikan Posdaya Kenanga cepat bergerak dalam waktu singkat, yaitu tingginya keswadayaan dan kegotongroyongan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya, Lembaga Keuangan Mikro (LKM), PAUD dan Posyandu Lansia adalah tiga kegiatan yang diinisiasi dengan swadaya murni masyarakat melalui pengumpulan iuran warga. “LKM dikembangkan untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan usahanya, kami memberikan pinjaman minimal 500 ribu tanpa agunan, sistemnya adalah kepercayaan, “ jelasnya.
Menurutnya, Posyandu Lansia di Posdaya Kenanga sudah mandiri dan tidak tergantung lagi kepada pemerintah. “Kami sudah memiliki peta keadaan warga. Salah satu manfaatnya, dari peta tersebut dengan mudah kami tahu kondisi ibu-ibu yang menggunakan kontrasepsi, berapa yang menggunakan spiral dan berapa yang menggunakan metode pil atau suntik,” terangnya. Program prioritas yang dikembangkan di Posdaya Kenanga adalah bidang yang paling banyak berpengaruh dalam peningkatan kesejahteraan masyakat dan sekaligus berkaitan erat dengan indikator peningkatan IPM yakni bidang pendidikan seperti program kerjar paket bagi pelajar drop out, perpustakaan warga, PAUD/BKB, pengembangan MI, TPA/TK dan berbagai training untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, bidang kesehatan diantaranya posyandu, posbindu lansia dan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja dan narkoba, bidang ekonomi seperti LKM, koperasi, pelatihan budidaya pertanian, perikanan, home industry, bidang lingkungan seperti pengolahan sampah, demplot pertanian/tanaman bergizi, gerakan untuk lingkungan sehat, pemberantasan sarang nyamuk, biopori dan briket sampah.
“Pengembangan program posdaya oleh P2SDM LPPM IPB ini dimaksudkan untuk Desa Lingkar Kampus menuju kehidupan yang lebih baik. Agar masyarakat bisa berdaya, melalui program ini, IPB selalu memberikan dukungan baik berupa wawasan maupun fasilitas yang memang benar-benar dibutuhkan. Keberhasilan Posdaya Kenanga tak lepas dari kerja keras Pak Salikan yang mau secara aktif menggerakkan masyarakat. Jika kita konsisten, maka kita akan segera menyaksikan hasilnya. Maka mari kita dukung terus posdaya sehingga muncul Salikan-Salikan baru,” ujar Rektor IPB, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, M.Sc dalam sambutannya. Sebelumnya telah dilakukan penandatanganan MoU antara IPB dengan Yayasan Damandiri di Kampus IPB Darmaga. Moment ini sekaligus menegaskan komitmen kerjasama antara dua institusi yang sudah terjalin sebelumnya.(zul)
