Pemda Sumsel dan DKI Jakarta Ikuti OST ke Posdaya Kencana Kota Bogor

Pemda Sumsel dan DKI Jakarta Ikuti OST ke Posdaya Kencana Kota Bogor

Berita

Sebanyak 75 orang Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Banten, Bekasi dan Kota Depok mengikuti Observation Study Tour (OST) Ke-15 ke Posdaya Kencana Indah di Kelurahan Kencana, Kota Bogor.  “Posdaya Kencana Indah adalah posdaya yang tumbuh di Kelurahan Kencana, Kota Bogor pada tahun 2011. Publikasi dan inisiasi yang dilakukan oleh Posdaya Kencana  Indah telah membangkitkan semangat masyarakat sekitar, sehingga mampu menumbuhkan tiga posdaya anak yaitu Posdaya Anissa Permata (RW 9), Posdaya Surya Kencana (RW 5), dan Posdaya Pelangi Kencana (RW 2),”  ungkap Sekretaris Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (P2SDM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB, Dr.Ir. Panca Dewi Manu Hara Karti.

Keempat posdaya ini masih tergolong baru (pemula), dan lebih berperan dalam mensinergikan dan meningkatkan kualitas berbagai kegiatan pemberdayaan yang telah ada. Keempat RW tersebut sudah mempunyai keragaman kegiatan, di bidang pendidikan (PAUD dan TPA), bidang kesehatan (Posyandu, Posbindu Lansia), bidang ekonomi (koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah/UMKM) dan bidang lingkungan (pengolahan sampah, toga dan kebun bergizi). “Posdaya di Kelurahan Kencana memiliki produk unggulan beras singkong (Rasi) sebagai alternatif diversifikasi pangan. Mereka ingin mengkampanyekan one day no rice ke masyarakat luas,” jelas Dr.Dewi.
Penggiat Koperasi di Posdaya Kencana, Martha Sari Anom mengatakan modal yang terkumpul hingga Maret 2012 sebesar Rp 24 juta. “Warga bisa melakukan simpan pinjam dengan bunga 2 persen selama setahun. Koperasi juga menjual berbagai produk kebutuhan rumah tangga dengan cara kredit,” ujarnya.

Dalam OST tersebut, selain mengunjungi stand produk berbagai UMKM seperti regginang, peuyeum, kripik talas, jahe merah instan, dan sebagainya, mereka juga mengunjungi home industry pembuatan boneka. “Saya memproduksi boneka tergantung dari pemesanan. Saya tidak mau diberikan hutang untuk mengembangkan usaha. Lebih baik membuat berdasarkan permintaan saja,” ujar Pengrajin Boneka, Jaelani. Usaha boneka ini berawal dari kerajinan gantungan kunci boneka. Pada suatu hari ada tawaran membuat boneka dalam jumlah banyak pada Jaelani.  Kata Jaelani, tawaran ini merupakan tantangan tersendiri. “Saya secara otodidak membuat boneka dan berhasil. Bila ada permintaan boneka banyak, saya rekrut tetangga kanan kiri, sehingga memberdayakan mereka,” paparnya. (ris)