HIMITEKA Tanam Ratusan Bibit Mangrove di Parigi, Ciamis

HIMITEKA Tanam Ratusan Bibit Mangrove di Parigi, Ciamis

Berita

Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan (HIMITEKA), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (FPIK IPB) melakukan kegiatan penanaman bibit mangrove di muara sungai Desa Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 3-4 Desember 2011. Bibit mangrove yang ditanam sebanyak ± 560 bibit mangrove.Kegiatan ini tergabung dalam program “Mahasiswa Turun Desa” untuk memperingati Dies Natalis IPB ke-48. 

Penanaman mangrove merupakan puncak acara dari kegiatan Konservasi dan Survei Lapang Kelautan (KONSURV). Dalam rangkaian kegiatan KONSURV diadakan beberapa kegiatan antara lain “Koin Untuk Mangrove” dan “Adopsi Mangrove” yang dilakukan di kampus IPB Darmaga Bogor, yang disebar di beberapa titik keramaian. “Adopsi Mangrove” merupakan penggalangan dana dengan cara donatur memberikan uang sebesar lima ribu rupiah untuk satu bibit mangrove yang akan ditanam sedangkan “Koin Untuk Mangrove” adalah penggalangan dana sukarela, sehingga tidak dibatasi nominalnya. Bagi donatur “Adopsi Mangrove” akan diberi kabar tentang perkembangan mangrove sumbangan mereka melalui sms ataupun email. “Kegiatan kami tidak hanya menanam, juga akan mengontrol secara rutin setiap 3-4 bulan sekali agar dapat mengetahui perkembangan pertumbuhan serta mengantisipasi masalah yang ada sebelum terlambat” Ungkap Ketua Pelaksana KONSURV, Dwi Setiadi F (Mahasiswa ITK tahun 2008).

Selain menaman mangrove, Mahasiswa HIMTEKA juga melakukan survei lingkungan dan penyuluhan tentang peran penting ekosistem mangrove kepada masyarakat nelayan di Desa Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dalam penyuluhan ini yang menarik adalah penggunaan bahasa sunda sebagai bahasa pengantar sehingga menjadi tantangan sendiri bagi mahasiswa karena harus mengubah bahasa ilmiah menjadi bahasa yang mudah dipahami masyarakat awam. Akhirnya, acara ditutup dengan bakti sosial dengan pemberian bantuan sembako pada nelayan setempat. Total masyarakat,mahasiswa, dan perwakilan dari BAPPEDA CIAMIS, UPTD CIAMIS, DKP CIAMIS yang mengikuti acara ini mencapai ±100 orang.

Gagasan utama kegiatan ini sebagai salah satu wujud pengembangan pendidikan dan pengabdian masyarakat yang merupakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam kegiatan ini diharapkan mahasiswa ITK mengimplementasikan keilmuannya secara langsung di masyarakat. “Manfaat dari kegiatan ini adalah mahasiswa dapat lebih banyak bersosialisasi dan berkomunikasi langsung dengan nelayan dan penduduk pesisir. Sehingga tidak hanya mengembangkan hardskill tetapi juga meningkatkan softskill mahasiswa”. Ungkap Koordinator Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni Departemen ITK, Beginer Subhan S.Pi, M.Si.