Pengelolaan SUA dan SUP IPB Diatur Kembali

Pengelolaan SUA dan SUP IPB Diatur Kembali

Berita

Terkait dengan perubahan status Institut Pertanian Bogor (IPB) dari BHMN menjadi Perguruan Tinggi Negeri, pengelolaan keuangan di Satuan Usaha Akademik (SUA) dan Satuan Usaha Penunjang (SUP) IPB pun harus berubah. Oleh karenanya Direktorat Bisnis dan Kemitraan IPB yang mengelola SUA dan SUP menggelar Lokakarya Prosedur Operasional Baku SUA dan SUP IPB di Gedung Andi Hakim Nasoetion Lt. 6 Kampus IPB Darmaga (24/11).

“Disamping untuk memenuhi tuntutan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan SUA dan SUP yang ada di IPB, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan dalam pengelolaan operasional masing-masing satuan usaha tersebut. Bagi SUA dan SUP yang dikelola oleh IPB (bukan oleh pihak ketiga), pengelolaan keuangan satuan usaha per Januari 2012 akan dilakukan terpusat,” jelas Dr. Ir. Meika Syahbana Rusli, selaku Direktur Bisnis dan Kemitraan.

Menurut Direktur Keuangan IPB, Agus Cahyana, memang akan terlihat mengurangi otonomi yang dimiliki oleh masing-masing SUA dan SUP namun ini harus dilakukan agar tidak melanggar undang-undang. Titik tolaknya adalah dari bussiness plan yang nantinya seluruh satuan usaha tersebut diminta untuk membuatnya.

“Pemusatan sistem keuangan ini terkait dengan pengelolaan PTN yang menggunakan sistem BLU. Saat ini kita punya acuan pengelolaan keuangan adalah PP No. 26 tahun 2010. Namun PP itu belum bisa mengakomodir apa yang kita inginkan. Bahkan semua instansi pemerintah harus menyederhanakan rekening, rekening fakultas di IPB dari ratusan kemungkinan akan berubah menjadi 9 rekening,”ujar Agus Cahyana.

Persiapan lain yang dilakukan oleh Direktorat Keuangan IPB dalam menghadapi perubahan pengelolaan keuangan menjadi BLU adalah menyiapkan bendahara-bendaha IPB bersertifikat nasional. Saat ini sekitar 30 orang bendahara IPB sedang dilatih untuk mendapatkan sertifikat tersebut.

Selain pengelolaan keuangan, lokakarya ini juga membahas tentang penggunaan fasilitas yang digunakan dan proses perekrutan sumberdaya manusia. Sebagai contoh, diharapkan ruangan yang digunakan adalah ruangan yang idle yang secara permanen tidak digunakan untuk kegiatan akademik.(zul)