Pentingnya Indeks Iklim dan Asuransi Pertanian

Pentingnya Indeks Iklim dan Asuransi Pertanian

Berita

“Pemerintah hendaknya berpihak kepada petani, karena petani sekarang ini selalu menjadi korban,  baik  itu korban permainan harga, iklim atau cuaca  dan  serangan  hama”   demikian Dr. Rini Hidayati, Ketua Departemen Geofisika dan Meteorologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB dalam acara Dialog Sore RRI Selasa, 4 Oktober 2011.  “Salah satu faktor yang sangat dominan bagi petani gagal panen adalah iklim, karena pada tahun-tahun belakangan ini iklim tidak menentu atau dikatakan ekstrim, dimana musim kemarau akan kekeringan dan di musim hujan kebanjiran, petani yang kebanyakan sangat awam mengenai iklim menjadi tidak berdaya menerima keadaaan seperti ini.  Pemberitaan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai iklim hanya bersifat umum dan memberitakan hal-hal secara global jadi tidak menyentuh ke hal yang lebih spesifik” lanjutnya.

Peran serta pemerintah dalam pertanian sangatlah perlu, karena pada musim sekarang ini, dimana cuaca atau iklim tidak lagi bersahabat, maka petani harus diasuransikan, sehingga apa bila terjadi gagal panen, petani tidak merugi harus membayar premi (tagihan) karena pihak pemerintah yang akan menanggulanginya.  Sebaliknya pada saat panen bagus, petani akan merasakan hasil dari tanaman itu sendiri.  Jadi petani tidak khawatir gagal panen kalau menerima hal-hal baru dari pemerintah, karena petani itu sendiri yang akan menerima klaim tersebut.                                        

Bantuan dan keberpihakan pemerintah kepada petani berupa pemberitahuan dan pengetahuan akan indek iklim serta asuransi pertanian inilah yang dibutuhkan petani, sehingga akan tercipta nantinya, petani akan lebih bergairah untuk bercocok tanam karena tidak takut akan merugi, hasil yang diperoleh akan berlimpah, dampaknya harga komoditi akan stabil, masyarakat yang membutuhkan tidak sulit untuk mendapatkan dan secara global pertanian Indonesia akan semakin subur dan tentunya akan tercipta Negara yang gemah ripah lohjinawi, subur pangan dan papan bukan hanya impian.