FGD Sensus Sapi Nasional

FGD Sensus Sapi Nasional

Berita

Potensi sapi lokal sebanyak 14,8 juta ekor dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan industri daging sapi nasional dan mengurangi kebutuhan bakalan impor. Hal tersebut bisa terwujud melalui pembenahan program pembibitan dan penggemukan dengan penerapan teknologi budidaya yang sesuai agroekosistem.

Dekan Fakultas Peternakan IPB Dr. Luki Abdullah mengemukakan hal itu pada Focus Group Discussion: “Dapatkah Sensus Sapi Nasional 2011 Menjawab Kebutuhan Daging Konsumsi dan Industri?”, Jumat (14/10) di Kampus IPB Baranangsiang. Acara ini diselenggarakan oleh Ditrektorat Riset dan Kajian Strategis IPB bekerjasama dengan Satgas Pengawalan Swasembada Daging Sapi (PSDS) Fakultas Peternakan, dan Himpunan Alumni Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB.

Pada bagian lain Dr Luki menerangkan dibentuknya Satgas PSDS di Fakultas yang dipimpinnya adalah untuk mengawal upaya swasembada daging sapi yang ditargetkan tercapai pada tahun 2014. Selain itu, juga sebagai apresiasi atas langkah yang ditempuh pemerintah di bidang peternakan melalui program swasembada daging sapi pada 2014, karena dinilai dapat memberdayakan para peternak lokal.

Lebih lanjut Dr Luki mengatakan, program swasembada daging sapi yang telah dicanangkan pemerintah perlu mendapatkan perhatian dan dukungan semua pihak, termasuk kalangan akademisi.

"Program swasembada daging sapi perlu kita dukung untuk kepentingan bersama. Program ini diharapkan dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan, karena manfaatnya sangat besar bagi peternak lokal," paparnya.

Oleh karena itu, Fakultas Peternakan IPB menyarankan agar pemerintah tidak hanya memperhatikan faktor hulu peternakan saja, namun juga harus mengembangkan hilir peternakan. Pengembangan sektor hilir peternakan dinilai dapat menjadi solusi untuk membangun sub sektor peternakan Indonesia dalam jangka panjang.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (APFINDO), Joni Liano mengatakan untuk memenuhi kebutuhan daging konsumsi dan industri terkait dengan program swasembada daging pada tahun 2014 nanti, ada sekitar 1,2 juta sapi betina yang terpaksa dipotong. Sebab, berdasarkan data sensus yang diterima, dari sekitar 14,8 juta sapi potong yang ada, hanya sekitar 1,4 juta sapi jantan yang siap dipotong. Sisanya merupakan sapi betina dan sapi anakan.

"Jika performa produksi dan reproduksivitas sapi kita baik, sebenarnya bisa saja swasembada itu tercapai. Masalahnya, kondisi saat ini jarak melahirkan sapi kita masih sangat jauh, angka kelahiran juga masih rendah sedangkan berat sapi yang kita produksi juga jauh dari berat sapi ideal yang bisa menunjang swasembada daging," katanya. (nm)