Jumling Perdana di Sukadamai

Jumling Perdana di Sukadamai

Berita

Desa Sukadamai merupakan salah satu desa tambahan menyusul 14 desa sebelumnya yang masuk di dalam desa lingkar kampus IPB. Desa lainnya yang merupakan tambahan adalah desa Sukawening dan Purwasari. 

Jumling perdana di Sukadamai digelar di salah satu rumah warga di Kampung Cikahuripan, Sukadamai Kabupaten Bogor (23/9). Pagi hari warga sudah berkumpul di sana, suasana sejuk dengan hangatnya sinar mentari  menambah semaraknya jumling ini.

Pada awal kegiatan, Haji Waladan berkesempatan memberikan penyegaran rohani. Ia memaparkan tentang pentingnnya meraih rizki dengan cara yang baik. Menurutnya, ada beberapa pintu rizki dalam meraih rizki ini, diantaranya adalah dengan bertaqwa, tawakal, sholat, ta’lim, dzikir, membaca qur’an, istigfar, menikah, dan bekerja ( berusaha).

Seperti Jumling di desa-desa lainnya, sebelum masuk ke dalam acara inti, IPB didampingi dari pemerintah daerah setempat, memberikan santunan kepada 20 orang anak yatim.

Ketua Panitia, yang juga Wakil Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat LPPM IPB, Dr. Ir. Prastowo, berkesempatan memberikan santunan didamping Camat Dramaga, Arom Rusmandar, dan Kepala Desa Sukadamai, Uci.

Identifikasi Masalah
Karena di Desa Sukadamai kegiatan jumling adalah yang pertama kali dilakukan, maka tahapan yang di lakukan oleh tim IPB adalah dengan melakukan identifikasi masalah. Tim IPB berusaha mengumpulkan seluruh masalah yang nantinya akan ditindaklanjuti dan dikembangkan.

“Selagi ada Tim dari IPB, silahkan kepada warga Sukadamai bertanya terkait pertanian dan yang lainnya. Tim IPB akan mencari apa yang bisa dikembangkan tekait dengan program kemandirian, sehingga masyarakat tidak tergantung kepada pihak manapun,” ujar Camat Dramaga. 

Hal senada juga dikatakan oleh Dr. Prastowo. Ia mengatakan IPB hanya melangkapi program yang sudah ada tidak menggantikannya.

“IPB hanya melengkapi program yang sudah dan akan berjalan, bukan menggantikan program tersebut. Di lapangan nanti kita akan bemitra dengan teman-teman dari pemerintah Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Ajang jumling ini juga dijadikan ajang sosialisasi Camat Dramaga kepada warganya, seperti tentang prosedur E-KTP, bidang pendidikan, narkoba, kekeringan, serta permasalahan kependudukan lainnya.

Dari identifikasi masalah tersebut terkumpul beberapa program dan kegiatan yang sudah berjalan, misalnya, program Posyandu, dan Kebersihan lingkungan sudah berjalan dengan baik. Bidang pertanian ada talas, ubi jalar, dan pepaya dengan masalah adanya hama buah pepaya. Bidang peternakan ada ayam, kelinci, kambing dan kerbau, dengan masalah kesehatan ternak. Bidang perikanan terutama petani ikan gurame membutuhkan monitoring dan pelatihan ikan gurame karena tingginya angka kematian ikan tersebut, sedangkan di bidang  Usaha Kecil Menengah (UKM) para pengrajin sepatu bayi dan sandal, yang berjumlah sekitar 150 pengrajin kesulitan pemasaran. 

Di dalam jumling itu juga diserahkan dari IPB berupa timbangan bayi dan timbangan ibu hamil untuk Posyandu Kemuning 3, juga tiga unit tong sampah. (man)