Halal bi Halal IPB: Jauhi Iri Dengki dan Buruk Sangka
Momentum 1 Syawal harus dijadikan sebagai ajang silaturahmi dan saling menghormati. Hindari sifat iri dengki dan berburuk sangka kepada orang lain. Begitu dipaparkan oleh Rektor IPB, Prof. Dr.Ir Herry Suhardiyanto, M.Sc., saat menyambut Halal bi Halal Warga IPB di Gedung Grha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, Bogor (6/9). “Semangat Idul Fitri harus dijadikan sebagai momentum untuk membangun masa depan yang lebih baik dan juga mengembalikan jiwa yang bersih jujur dan kembali kepada kesucian. Jagalah sifat jujur, disiplin, ikhlas dan jadikan semuanya sebagai ibadah,” ujarnya.
Hal senada juga dikatakan oleh KH Didin Hafiduddin yang memberikan siraman rohani pada kegiatan yang dihadiri ratusan sivitas akademika IPB itu. Ia mengatakan, perilaku orang yang bersih hati dan berhasil di dalam shaum Ramadhan dapat dilihat dari perilakunya yaitu sabar, jujur, disiplin, gemar bersedekah dan selalu memohon ampun kepada Allah SWT.
“Idul fitri mengembalikan kepada kesucian hati dan jiwa, semua ibdah adalah dalam rangka untuk mensucikan hati, maka jagalah kesucian hati dan harus dipertahankan setelah puasa ramadhan,” ujarnya.
Dimeriahkan Opik, SNADA, dan Artis Cilik
Halal bi Halal yang bertema “Jalin Ukhuwah Raih Berkah” ini dimeriahkan oleh artis yaitu Opik, SNADA dan artis cilik berbakat Fakhri Bagus Pratama dan Ikhtianisa Sekar Kinasih (Pemain Biola dan Penyanyi). Opik melantunkan lima lagu andalannya yaitu Cahaya Hati, Irhammna, Di Senandung Istigfar, Tombok Ati, dan Assalamualaikaum.
Fakhri Bagus Pratama melantunkan empat untaian nada melalui biolanya dengan judul: Selamat Hari Lebaran, Damai Bersamamu, Barakallahu Lahum, dan Spain Minosuno. Sedangkan Sekar membawakan satu buah lagu berjudul MBU A major. SNADA juga melantunkan lima lagu, diantarannya adalah yaitu Demi Matahari, Jagalah Hati, dan Pagi yang Cerah. (man)
