Hatta Radjasa: Mobil Klinik Tanaman Bisa Bantu Petani Atasi Padi Puso
Pemerintah perlu menyediakan mobil klinik tanaman untuk membantu petani di lapang dalam mengatasi padi puso akibat serangan hama dan penyakit. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Hatta Radjasa saat meninjau Mobil Klinik Tanaman Terpadu milik Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) di Stand IPB dalam acara Agrinex Expo 2011, Jum’at (4/3) di Jakarta Convention Center (JCC). “Petani banyak mengalami kegagalan panen akibat serangan hama dan penyakit, keberadaan mobil klinik tanaman terpadu ini diharapkan dapat membantu petani mengatasi masalah yang dihadapi di lapang,” ujar Hatta. Seperti layaknya perpustakaan dan puskesmas keliling, Mobil Klinik Tanaman Terpadu ini dapat berkeliling dari satu lokasi ke lokasi lain. Sesuai namanya,mobil ini berfungsi layaknya klinik di sebuah rumah sakit, dengan berbagai fasilitas klinik di dalamnya, seperti serangkaian peralatan pengujian di laboratorium.
Menurut peneliti Fakultas Pertanian IPB, Dr.Suryo Wiyono, mobil ini dibuat khusus untuk membantu permasalahan petani di lapangan. Menurut Dr.Wiyono selama ini banyak petani yang tidak mengetahui bagaimana bercocok tanaman yang baik, atau bagaimana menyiasati agar tanaman tidak selalu diserang hama. Dengan mobil inilah, ujar Dr.Wiyono, beragam persoalan itu akan terjawab. Sebab, mobil ini akan memberikan layanan kepada petani mulai dari permasalahan tanaman, tanah, hama, hingga penyakit tanaman.
Tidak hanya itu, mobil seharga Rp900 juta per unit ini juga bisa melayani konsultasi arsitektur lanskap. Mobil ini merupakan hibah kompetisi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), melalui program revitalisasi pendidikan tinggi pertanian. Mobil Klinik Tanaman IPB ini dilengkapi berbagai peralatan untuk menganalisa keadaan tanah dan tanaman. “Petani dapat langsung berkonsultasi mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman. Petani dapat pula berkonsultasi tentang desain dan perawatan taman atau penghijauan,” ujarnya. Klinik ini juga melayani pengujian mutu buah dan sayuran.
Selain kelompok petani, sasaran mobil klinik tanaman terpadu ini adalah masyarakat penggemar tanaman, perusahaan agrobisnis, instansi pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), maupun mahasiswa. Di samping melayani wilayah Bogor, mobil klinik ini juga bekerja sama dengan sejumlah kelompok petani di Jawa Tengah, seperti di Pati dan Kudus, serta di sejumlah wilayah di Jawa Timur. Dalam aktivitas Jum’at Keliling (Jumling) di 14 desa lingkar kampus yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB, mobil ini senantiasa hadir untuk menangani berbagai keluhan petani setempat.
IPB menyiapkan ahli-ahli terbaiknya untuk ikut serta dalam mobil ini. Mereka adalah ahli tanah, hama, hortikultura, tanaman pangan, serta ahli lanskap. ”Tim tersebut terdiri dari dosen dan mahasiswa tingkat akhir. Dr. Wiyono juga menyampaikan, Mobil Klinik Tanaman Terpadu ini secara periodik akan mendatangi wilayah pertanian yang sedang menghadapi masalah serangan hama atau wilayah yang mengalami penurunan produksi pertanian. Mobil bisa juga datang ketika ada permintaan para petani yang membutuhkan konsultasi. (ris)
