Arif Imam Suroso: Semangat Wirausaha ini Harus Ditularkan

Arif Imam Suroso: Semangat Wirausaha ini Harus Ditularkan

Berita

Penutupan Pelatihan Pemuda Agrimandiri 2010 (Pemprov Jawa Barat, P2SDM IPB, PUSDIKZI).
Saya sangat terkesan dengan semangat yang terpancar dari ruangan ini. Saya berharap kalian menjadi entrepreneur atau agripreneur yang tidak hanya terampil ahli peternakan atau  perikanan tapi juga hafal Al Quran. Semangat itu harus terus dijaga dan ditularkan ketika di lapangan nanti.
Begitu dipaparkan oleh Wakil Rektor Bidang Bisnis dan Komunikasi Dr.Ir.H. Arif Imam Suroso, M.Sc., pada penutupan Pelatihan Pemuda Agrimandiri 2010 kerjasama Pemprov Jawa Barat, Pusat  Pengembangan Sumber Daya Manusia (P2SDM IPB), Pusat Pendidikan Zeni (PUSDIKZI))(8/1), di Pusdikzi, Bogor.

“Saya yakin hambatan akan hilang dengan sendirinya, apalagi semangat tadi tetap ada dalam diri masing-masing,” ujarnya. Dr. Imam Arif memaparkan, potensi pertanian di Jawa Barat sangat besar, terutama dalam subsektor peternakan dan perikanan khususnya ikan tangkap, dan sangat dimungkinkan untuk pengembangan potensi  besar ikan air tawar, terutama untuk lele, ikan mas dan gurame.

“Seyogyanya kita bisa hidup melalui pengembangan subsektor perikanan ini,” ujarnya.
Untuk subsektor peternakan, Ia mengatakan, bahwa peternakan yang berkualitas juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat Jawa Barat. Apalagi kebutuhan Jawa Barat akan daging masih diperoleh dari luar Jawa Barat.

“Itu membuka kesempatan dari kita untuk mengembangkan bisnis peternakan, terutama dalam produksi, nilai tambah, produk utama dan sampingannya,” ujarnya.  

Salah satu peserta, perwakilan dari komoditi perikanan, Suryadi, merasa bersyukur bahwa pelatihan yang telah dilaluinya ini memberikan nilai positif bagi dirinya.

“Kita sangat bersyukur pola pelatihan dengan moto “disiplin, berlatih, belajar dan berhasil ini memberikan dampak yang baik bagi kita semua,” ujarnya saat memberikan testimoni.
Dijelaskannya, bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memiliki target  produsen penghasil ikan terbesar di dunia pada tahun 2014.

“Tidak akan berhasil jika kita sebagai pembudaya ikan tidak bekerja, berjuang dengan maksimal. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan kita menjadi orang sukses, mulia dan orang kaya yang masuk surga,” ujarnya sambil diiringi tepuk tangan peserta.

Sementara itu, Kepala P2SDM LPPM IPB, Dr. Pudji Mulyono, M.Si., mengatakan, pelatihan ini diikuti sekitar 200 peserta dari 485 orang yang mendaftarkan diri, dan 357 peserta yang mengikuti test.
“Angka partisipasinya adalah 98,5%, yang mengundurkan diri selama proses adalah 3 orang, salah satunya telah diterima kerja di tempat lain,” ujarnya.

Dijelaskannya, hasil dari pelatihan ini peserta yang mengikuti presentasi business plan sekitar 184 orang.  Dengan 75% peserta mengatakan bahwa materi yang diberikan cukup memuaskan dan lengkap. Sebagai informasi materi yang diberikan selama pelatihan antara lain: budidaya, manajemen, penerapan teknologi, business plan, materi langsung dari pelaku usaha yang berhasil, adanya materi pengembangan masyarakat, ESQ, serta  disampaikan oleh dosen dan tutor professional.

Sedangkan, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Distan)Dr. Endang Suhendar, mengatakan alumni dari pelatihan ini akan diprioritaskan dalam bantuan penguatan permodalan dan menyambungkannya dengan pasar.
Ia juga berpesan, agar para alumni ini bisa bekerja dengan kreatif ketika terjun di lapangan nanti. (man)
.