Dokter Hewan Menjadi Rebutan

Dokter Hewan Menjadi Rebutan

Berita

Saat ini lulusan dokter hewan menjadi rebutan di mana-mana, terutama setelah banyaknya kasus penyakit yang menyerang manusia yangditimbulkan oleh hewan (Zoonosis). Kebutuhan akan dokter hewan terjadi  di berbagai instansi, baik swasta maupun pemerintah, Demikian dikatakan Drh. Wiwik Bagja, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dalam acara “Sumpah Dokter Hewan Baru IPB” di Auditorium Jannes Humuntal Hutasoit Kampus IPB Darmaga, (27/11).
Lebih lanjut Drh. Wiwik Bagja menyampaikan saat ini telah terjadi kekosongan posisi PNS untuk dokter hewan. Padahal disadari saat ini dokter hewan sangat dibutuhkan di berbagai Instansi.

Disebutkan oleh Drh. Wiwik Bagja berbagai instansi pemerintah yang membutuhkan Dokter Hewan diantaranya adalah Departemen Perikanan dan Kelautan, Departemen Kehutanan untuk perlindungan terhadap satwa langka. Belum lagi industri Peternakan serta perusahaan obat dan makanan untuk kesehatan hewan.
Menurut drh.Wiwik, banyaknya kebutuhan akan dokter hewan tersebut disampaikan langsung oleh Staf Deputi Pemberdayaan Aparatur Negara. Bahkan menurut Drh. Wiwik untuk pertama kalinya di Indonesia Direktorat Jenderal Peternakan berubah nama menjadi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, hal ini membuktikan bahwa peranan dokter hewan sangat dibutuhkan di tengah penyebaran zoonosis di Indonesia sudah sangat serius.

Selain itu menurut drh.Wiwik, profesi dokter hewan saat ini harus dilengapi dengan sertifikat kompetensi. Karena tidak sedikit dokter hewan yang bekerja tidak sesuai dengan profesinya. Sertifikat tersebut dapat diperoleh setelah dinyatakan lulus melalui tes yang dilakukan oleh PDHI. Untuk tahun ini tes kompetensi Dokter Hewan untuk IPB dilaksanakan pada tanggal 30 Nopember 2010.

Terkait dengan janji dan sumpah Dokter Hewan, Drh. Wiwik Bagjamenandaskan dokter hewan baru harus memegang teguh profesi veteriner dan dapat mengaplikasikannya, “ memperoleh pekerjaan harus sesuai dengan profesi karena seorang dokter hewan terkait pada rambu-rambu dan kode etik dokter hewan”, tandasnya.

Mengingat profesi dokter hewan sedang dibutuhkan dimana-mana, Drh. Wiwik berpesan agar dokter hewan baru tidak lantas menjadi kutu loncat yang akan pindah atau loncat ke tempat lain manakala mendapat tawaran penghasilan lebih tinggi karena akan memberikan citra buruk terhadap profesi dokter hewan juga akan berdampak terhadap PDHI.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB Prof. Yonny Koesmaryono berpesan agar lulusan Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang telah disumpah harus dapat memegang teguh etika dan moral sebagai dokter hewan dan harus menjunjung tinggi profesi yang disandangnya.

Lebih lanjut Prof. Yonny menyampaikan banyaknya kebutuhan akan profesi dokter hewan memberikan dampak meningkatnya minat mahasiswa untuk kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan IPB termasuk mahasiswa luar negeri seperti dari Sabah Malaysia, terlebih menurut Prof Yonny, FKH IPB saat ini merupakan salah satu fakultas unggulan yang akan segera meraih Akreditasi Internasional.

Dokter Hewan baru IPB yang disumpah kali ini berjumlah 71 orang yang seluruhnya  merupakan mahasiswa satu angkatan.