Jabar Kerjasama dengan IPB Cetak Pemuda Agri Mandiri
”Saya pernah bertemu dengan seorang alumnus IPB. Di tahun 2009 ia memiliki ternak kambing Etawa 40 ekor. Tahun 2010 ini saya bertemu lagi dengannya. Saya tanya berapa jumlah kambing Etawanya sekarang, dia jawab 440 ekor. Kini pendapatan bersih dia sebulan tak kurang dari Rp 25 juta, ” cerita Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan ini langsung disambut tepuk tangan 200 peserta Pelatihan Kewirausahaan ”Pemuda Agri Mandiri” yang memadati Auditorium Rektorat Andi Hakim Nasoetion, Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga, Bogor, (31/10).
Lebih lanjut Ahmad Heryawan mengatakan bahwa bergerak di sektor pertanian, termasuk di dalamnya perikanan dan peternakan akan memberikan nilai tambah luar biasa bagi pelakunya. ”Ada seorang sarjana komputer yang banting stir dari profesi sebagai programer kemudian memilih sebagai peternak sapi. Ia mengaku, pendapatannya sebagai peternak sapi sepuluh kali lipat dibanding saat ia menjadi programer, ” ungkapnya. ”Saya berharap dari peserta pelatihan ini nantinya akan lahir juragan Lele, juragan Gurame, Juragan Kambing, ataupun Juragan Sapi. Jadilah Anda-anda semua orang kaya dengan menggali potensi di dunia pertanian yang luar biasa besarnya, ” tambah Gubernur.
Pelatihan ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan IPB. Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, MSc menyampaikan apresiasinya kepada Pemprov Jabar. ”Pemerintah Jawa Barat terbukti sangat concern dengan pengembangan sumberdaya pertanian. Baru seminggu dilantik, Gubernur Jabar langsung meminta penandatanganan kerjasama dengan IPB untuk pengembangan pertanian Jawa Barat. ”Jawa Barat dikaruniai sumberdaya alam melimpah. Namun kita sama-sama menghadapi kenyataan bahwa tidak semua generasi muda kita mencintai pertanian. Para pemuda kita merasa tidak keren kalau bekerja di bidang pertanian. Padahal ini salah besar. Justru pertanian merupakan sektor yang sangat menjanjikan untuk digeluti, ” ungkap Rektor. Menurut Rektor, untuk memajukan pertanian di Jawa Barat sangat dibutuhkan pemuda-pemuda yang menguasai ilmu di bidang ini. Populasi 4 juta ekor domba dan 1 juta ekor sapi di Jawa Barat mestinya menjadi tantangan yang harus dijawab para pemuda untuk meningkatkannya. Kerjasama ini merupakan salah satu bentuk komitmen IPB sebagai perguruan tinggi yang menumbuhkembangkan kewirausahaan, tak hanya bagi mahasiswanya, melainkan juga bagi masyarakat luas.
Menurut Ketua Panitia yang juga Kepala Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB, Dr. Pudji Muljono, pelatihan yang rencananya akan dilangsungkan selama 1,5 bulan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada para pemuda tentang agribisnis, disamping untuk meningkatkan minat para pemuda untuk menggeluti agribisnis khususnya bidang perikanan dan peternakan serta untuk mendorong pilot project Pemuda Agri Mandiri di Jawa Barat. ”Dari total pendaftar 485 orang, setelah melalui serangkaian proses seleksi maka diambil 200 orang. Kisaran usia para peserta adalah 17-35 tahun, ” jelasnya.
Selain materi teoritik, dalam pelatihan ini akan dibekali dengan materi praktik, magang di usaha agribisnis terkait, juga berbagai kegiatan motivatif lainnya seperti kampus tour dan outbond. Pelatihan akan dilakukan di Kampus IPB, Pesantren Pertanian Darul Falah Bogor, Unit Pendidikan dan Penelitian Peternakan Jonggol (UP3J ) Fakultas Peternakan IPB, Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi), dan Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi. Pembukaan pelatihan juga dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan Jawa Barat, Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat, serta jajaran pimpinan IPB lainnya. (nUr)
