Persiapkan Green TV, IPB Gelar Pelatihan dan Lokakarya Produksi Program Televisi
Institut Pertanian Bogor (IPB) tengah mempersiapkan diri untuk melaunching Green TV. Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, MSc mengatakan untuk membantu mendekatkan IPB dengan masyarakat luas, IPB ke depan akan memproduksi berbagai tayangan edukatif, khususnya terkait dengan bidang pertanian dalam arti luas, termasuk aspek ketahanan pangan, bioenergi, kelestarian lingkungan, pengentasan kemiskinan, dan lain-lain.
Green TV merupakan bagian dari upaya IPB untuk melakukan proses edukasi pertanian. Seringkali media menggambarkan pertanian sebagai sesuatu yang kumuh, berbau lumpur, kulit keriput tersengat matahari, dahi cekung karena kesulitan hidup. Mengapa aktivitas pertanian jarang dipersepsikan sebagai sesuatu yang menarik sehingga pertanian di mata anak muda bukanlah sesuatu yang keren dan membanggakan? Ini tentu menjadi tantangan bagaimana mengubah persepsi generasi muda terhadap pertanian. “Jika dunia televisi nasional concern terhadap proses edukasi pertanian, maka sebenarnya IPB tak perlu repot-repot membuat green TV ini, “ tandas Rektor.
Menurut Rektor, TV sangat efektif dalam melakukan penetrasi nilai-nilai ke masyarakat. Kita berharap dapat melahirkan paket-paket acara (feature ataupun film-film pendek) di bidang pertanian dan lingkungan hidup yang bisa dinikmati masyarakat. “Melalui Green TV kita akan terus kembangkan proses-proses edukasi masyarakat dalam persoalan pangan dan lingkungan hidup. Nama green TV sudah didaftarkan ke Kemenkumham untuk dipatenkan. Green TV mengusung tagline “Inovasi Peradaban Baru”.
Green TV akan fokus pada aspek produksi. Green TV IPB nantinya berdiri tanpa pemancar. Mengapa? Karena proses perijinan untuk mendapatkan frekuensi tidaklah sederhana. Untuk itu, pada tahun 2011 mendatang ditargetkan Green TV akan beroperasi dengan sistem TV Berbayar. Green TV yang targetnya akan dilaunching bertepatan dengan peringatan Dies Natalis IPB ke-48 tahun 2011 mendatang perlu dipersiapkan content program untuk 400 jam tayang/tahun. Sekitar 800 episode diperlukan selama satu tahun tayang.
Sebagai salah satu tahapan persiapan Green TV, digelarlah Pelatihan dan Lokakarya Produksi Program Televisi yang diselenggarakan oleh Laboratorium Media Elektronik IPB. Pelatihan ini diselenggarakan dalam dua gelombang. Gelombang I dengan jadwal 21-22 Oktober dan 2 November 2010, dan Gelombang II dengan jadwal 28-29 Oktober dan 4 November 2010. Pelatihan ini diikuti perwakilan dari unit-unit kerja yang ada di lingkungan IPB. “Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi wahana berlatih untuk mengemas tayangan edukatif pertanian yang menarik. Peserta akan dilatih sebagai executive producer yang nantinya akan menggerakkan unit kerja masing-masing untuk menyumbang content tayangan bagi Green TV, “ demikian ditegaskan Ketua Panitia Pelatihan, Ir. Yatri Indah Kusumastuti, MSi. Terkait output pelatihan, salah satu instruktur Riza Primadi menandaskan bahwa pelatihan ini dimaksudkan untuk mengubah jiwa akademisi menjadi seorang executive producer, yaitu orang yang bergerak pada tahapan gagasan.
Tentang gagasan sebagai “pekerjaan” utama seorang executive producer, Riza berpesan tak perlu pusing-pusing mencari ide tayangan. Apa yang sehari-hari dikerjakan di unit kerja masing-masing merupakan sumber-sumber gagasan yang sangat berharga. Mungkin sebuah ide kita pandang lama dan tidak menarik, tapi bisa jadi ide itu sangat menarik diproses menjadi sebuah tayangan. Yang jelas, saat membuat program kita harus tahu kepada siapa program tersebut ditujukan. “Jangan sampai kita membuat tayangan yang sangat menyenangkan sivitas akademika IPB, tetapi tidak menyenangkan buat jutaan penonton di Indonesia, “ tandas Riza.
Pelatihan ini dipandu oleh tim dari Content Creative Indonesia (CCI) dengan instruktur-instruktur kenamaan seperti Riza Primadi, Rizal Mustary, Endah Saptorini, Imam Wahyudi, dan Dewi Fadjar berkesempatan memandu pelatihan ini. (nUr)
