Entrepreneur Market Day DPKHA IPB
Ada warna baru dari penyelenggaraan wisuda yang diselenggarakan oleh IPB saat ini. Apabila sebelumnya, penyelenggaraan diwarnai dengan kehidmatan mengikuti prosesi wisuda, dan disemarakan dengan didampingi para orang tua. Kali ini akan tampak pemandangan baru, berupa pasar dengan produk hasil kreatifitas mahasiswa IPB yang diberinama “Entrepreneur Market Day”.
Ide kreatifitas Direktorat Pengambangan Karir dan Hubungan Alumni (DPKHA) IPB patut diacungi jempol. Wisuda diploma yang diselenggarakan pada (26/10) akan disemarakkan dengan warna baru.
Apakah itu market day?. Market Day merupakan bentuk pengimplementasian dari beberapa konsep yang meliputi: business needs (problems based solution), business networks, collaboration, resorce sharing dan synergy (symbiosis mutualism).
Market day ini merupakan test case dari DPKHA di dalam menguji kualitas wirausaha mahasiswa IPB yang terdaftar di DPKHA IPB.
Banyaknya pengunjung yang diantaranya adalah pendamping wisudawan, seperti para orang tua, dipandang sebagai market besar di dalam memasarkan, atau pun mempromosikan produk kreatif buatan mahasiswa itu. Bukan itu saja, pendamping yang beraneka ragam dari non pejabat hingga wirausaha dimungkinkan juga terjalinnya hubungan dengan invenstor.
Ada sekitar 49 UKM yang akan mepromosikan produknya. Mulai dari usaha pertanian hingga yang non pertanian.
UKM pertanian yang akan dipamerkan meliputi usaha budidaya jahe, papaya, sayur, rosella, pembibitan dan sebagainya. UKM peternakan seperti, budiaya belut, hamster, mencit, puyuh, ayam dan domba. Sementara produk jasa diantaranya, travel, transportasi, sepatu lukis, pembuatan aquarium, distro, outbond, batik, kaos dan edukasi.
Sementara produk lainnya adalah, produk perikanan dan makanan, seperti, budidaya nila, lele, cokelat, roti, mie, sorabi, es krim, jus buah dan yoghurt.
Memang posisi menjadi mahasiswa banyak keuntungan yang didapatkan. Misalnya mahasiswa bisa sebagai pelaku pasar, mahasiswa tersebut bisa berperan sebagai supplier berbagai produk yang dapat diproduksi sendiri atau menjadi penjual produk yang dihasilkan oleh pihak lain. Sedangkan sebagai konsumen, mahasiswa sebagai pembeli produk-produk tertentu sesuai kebutuhan. Biasanya mahasiswa yang berperan sebagai produsen bisa membaca dan menyediakan kebutuhan berbagai konsumen termasuk kebutuhan mereka sendiri. Misalnya, untuk memenuhi kebutuhan makan siang teman-teman sekelasnya, mereka juga bisa membuka usaha makanan.
Sebagaimana dipaparkan oleh Kepala Bidang Pengembangan Karir Mahasiswa, Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni (DPKHA) IPB, Ir Iin Solihin, MSi., (14/10) di kampus IPB Dramaga, Bogor.
Menurutnya, ajang ini merupakan wahana dan latihan mahasiswa IPB dalam entrepreneur atau wirausaha.
“Ini merupakan sarana mahasiswa dalam berwirausaha, dan sebagai show window,” ujarnya.
Ia mengakui, bahwa kegiatan ini merupakan program kewirausahaan yang sedang dijalankan oleh DPKHA. Dimana para mahasiswa yang berminat dan memiliki talenta terhadap wirausaha akan didampingi dan difasilitasi. Hal ini dilakukan dalam rangka menumbuhkan semangat wirausaha mahasiswa IPB.
“Kita juga ingin membuktikan kepada masyarakat, mahsiswa IPB memiliki kemampuan dalam dunia wirausaha, apalagi nanti pada saat wisuda disaksikan oleh para orang tua,” ujarnya.
Rencanannya, apabila test case yang dilakukan pada September kali ini berhasil, akan digelar kembali pada Desember mendatang dengan kegiatan yang lebih semarak dengan peserta yang lebih banyak lagi.
“Expo ini akan terus kita lakukan seiring dengan pelaksanaan wisuda. Tidak hanya wisuda diploma, untuk wisuda strata satu pun akan kita lakukan,” ujarnya.
Perlu diketahui bahwa ada beberapa mahasiswa IPB yang telah berhasil dalam berwirausaha diantaranya adalah, Ance Trio Marta berhasil menyabet juara I dalam ajang nasional Wirausaha Muda Mandiri untuk kategori industri dan jasa pada tahun 2009, Elang Gumilang yang sukses dengan usaha property perumahan dengan harga merakyat, Gigin dengan Boneka Horta yang kian merambah ke pasar luar negeri, dan sebagainya.
