IPB Lanjutkan Kerjasama Dengan Universitas AS Dalam PHT Sayuran
Integrated Pest Management Collaborative Research Support Program (IPM CRSP), yang didanai oleh USAID, merupakan konsorsium kerjasama internasional antara universitas di AS dengan universitas atau lembaga penelitian di negara berkembang dalam bidang pengelolaan hama terpadu (PHT). Kenggotaan IPB dalam konsorsium tersebut telah berlangsung selama 5 tahun, dan kini memasuki tahapan 5-tahun kedua. Universitas di AS yang menjadi mitra IPB adalah Clemson University dan Virginia Tech., serta secara tidak langsung Washington State University dan Ohio State University.
Tujuan utama dari kerjasama ini adalah pengembangan dan penerapan pengelolaan hama terpadu (PHT) pada pertanaman sayuran. “Penggunaan pestisida pada pertanaman sayuran sangatlah tinggi. Oleh karena itu, bagaimana agar petani dapat mengurangi ketergantungan pada pestisida dalam mengendalikan hama dan penyakit“ kata koordinator kerjasama Prof Dr. Ir. Aunu Rauf, M.Sc. Kegiatan kerjasama meliputi penelitian pengembangan agens hayati serta pelatihan perbanyakannya kepada petani.
Sebagai bagian dari kerjasama tersebut telah dilakukan tiga workshop berurutan selama minggu ke-3 bulan Juli 2010. Yang pertama adalah Annual Project Workshop yang berlangsung pada 21-22 Juli, bertempat di Hotel Lembah Hijau, Ciloto-Cianjur. Wakil Rektor IPB Bidang Bisnis dan Komunikasi, Dr. Ir. Arif Imam Suroso, M.Sc. CS, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ketahanan pangan sangat penting bagi terciptanya ekonomi yang kuat dan masyarakat yang sehat, dan PHT merupakan unsur kunci bagi tersedianya pangan yang berkecukupan dan aman terhadap kesehatan.
Workshop diikuti oleh lebih dari 50 peserta. Tamu dari universitas AS yang hadir adalah Dr. Mike Hammig, Dr. Merle Shepard, Dr. Gerry Carner, dan Dr. Eric Benson dari Clemson University; serta Dr. R. Muniappan dan Dr. Maria Elisa Christie dari Virginia Tech. Juga hadir Dr. Sanath Reddy dari USAID-Jakarta. Sebagai keynote speaker adalah Dr. Russell Dilts, penggagas sekolah lapang, yang menyampaikan presentasi berjudul Farmer Field School in Southeast Asia. Dalam workshop ini, setiap anggota konsorsium menyajikan berbagai hasil kegiatan yang telah dicapai dalam 5 tahun terakhir, dan rencana kegiatan selanjutnya dalam 5 tahun ke depan hingga 2014. Selain keberhasilan perbanyakan agens hayati oleh petani binaan IPB dan penerapannya pada PHT sayuran, kegiatan lain dari IPB yang mendapat apresiasi adalah program IPM Goes To School. “Ini merupakan kegiatan pioner yang belum pernah dilaksanakan di tempat lain“ ungkap Dr. Muniappan, Director of IPM CRSP. Kegiatan yang dikordinasikan oleh Dr. Nina Maryana ini bertujuan memberi pemahaman sedini mungkin kepada generasi muda (anak sekolah) tentang bahaya pestisida terhadap lingkungan dan kesehatan serta pentingnya PHT sebagai pendekatan pengelolaan hama berbasis ekologi.
Setelah mengikuti workshop di Ciloto, peserta yang tergolong ke dalam tim gender kemudian melakukan diskusi dengan kelompok wanita tani di Desa Sindang Jaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Selesai diskusi, tim lalu melanjutkan perjalanan ke Bogor untuk berpartisipasi dalam Gender and Participatory Methodologies Workshop. Workshop ini berlangsug sehari penuh pada tanggal 22 Juli di Ruang Sidang II Departemen Proteksi Tanaman. Workshop diikuti oleh 23 peserta, sebagian besar adalah dosen IPB. Bertindak sebagai fasilitator dalam workshop ini adalah Dr. Maria Elisa Christie, Program Director of Women in International Development, Virginia Tech.
Pada saat yang bersamaan yaitu 22-23 Juli, di Ruang Sidang I dan Laboratorium Pendidikan Departemen Proteksi Tanaman juga berlangsung Plant Disease and Insect Pathogen Diagnostic Workshop. Pada saat perjalanan dari Ciloto menuju Bogor, para peserta berhenti di lahan petani untuk mengumpulkan contoh tanaman dan hama yang terinfeksi penyakit sebagai bahan pelatihan diagnosis. Instruktur dalam workshop ini di antaranya adalah Dr. Fulya Baysal Gurel dari Plant Clinic, Ohio State University, serta Dr. Gerry Carner dari Clemson University. Workshop diikuti 18 peserta yang berasal dari UPLB (Filipina), Departemen Pertanian Kamboja, Unsrat, Instalasi POPT Bukittinggi, Instalasi POPT Cianjur, BBPOPT Jatisari, dan Farmers’ Initiatives for Ecological Livelihood and Democracy (FIELD).
Selain mengikuti workshop, rombongan dari Clemson University dan Virginia Tech. juga berkesempatan mengunjungi Posyanti Pada Jaya, salah satu pos pelayanan agens hayati binaan IPB. Kegiatan unggulan dari Posyanti ini adalah perbanyakan cendawan Trichoderma harzianum untuk pengendalian penyakit tanaman. Posyanti yang dikomandani oleh Pak Ujang Dayat, ketua Kelompok Tani Pada Jaya, ini bahkan telah menjalin kerjasama dengan perusahaan swasta dalam pengemasan, pelabelan, dan pemasaran Trichoderma. Keberhasilan ini tidak lepas dari pelatihan yang diberikan tiga tahun sebelumnya oleh Prof Dr. Ir. Meity S. Sinaga, M.Sc. Kini Posyanti Pada Jaya sedang merintis perbanyakan Pseudomonas flourescens dan Bacillus subtilis, dua jenis bakteri pemicu pertumbuhan tanaman, setelah mendapatkan pelatihan dari Dr. Ir. Asih Nawangsih, M.Si. Karena pertimbangan bahwa Kelompok Tani Pada Jaya responsif dan inovatif, maka IPB telah mendukung aktifitasnya dengan menyediakan berbagai sarana seperti kotak inokulasi, kompor dan tabung gas, peralatan sterilisasi, mesin penggiling jagung, dan rumah kompos. Selain berkunjung ke Posyanti Pada Jaya, rombongan juga berkesempatan mengunjungi petak-petak penelitian PHT serta Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) kentang di Desa Cipendawa-Cianjur.
Masih dalam payung kerjasama IPM CRSP, pada tanggal 12-16 Juli 2010 dua staf pengajar Departemen Proteksi Tanaman (Dr. Sri Hendrastuti dan Dr. Tri Asmira Damayanti) telah mengikuti International Plant Virus Disease Workshop di Tamil Nadu Agricultural University, Coimbatore, India. Pelaksanaan workshop itu sendiri dibiayai oleh Washington State University, sedangkan keikutsertaan dua dosen IPB dalam workshop ini atas dukungan dana dari Clemson University.
