Indonesia, USA, Philipina dan Cambodia Berkumpul di Cipanas Bahas Hama Penyakit Tanaman

Indonesia, USA, Philipina dan Cambodia Berkumpul di Cipanas Bahas Hama Penyakit Tanaman

Berita

Institut Pertanian Bogor, Universitas Samratulangi, Clemson University USA, UPLB Philipines, Departemen of Agriculture Cambodia, lembaga-lembaga terkati hama penyakit tanaman dan para petani berkumpul di Ciloto, Cipanas, Jawa Barat dalam kegiatan Southeast Asia Regional Program (20-21/7).

Kegiatan bertema Integrated Pest Management Collaborative Research Support Program (IPM CRSP) ini membahas tiga agenda yaitu, IPM CRSP Southeast Asia Regional Progam Annual Project Workshop, Plant Disease and Insect Pathogen Diagnostic Workshop, dan Workshop on Gender Participatory Methodologies. Kegiatan ini digelar atas kerjasama USAID IPM CRSP, Virgina TECH, Clemson University dan IPB.

Salah satu perwakilan dari Jawa Barat yang juga dosen IPB, Prof.Dr.Ir. Aunu Rauf, mengatakan, kegiatan ini telah berjalan sejak tahun 1994 dan sudah melahirkan 6 orang dosen IPB yang meraih gelar Phd di Clemson University.

“Banyak sekali keuntungan yang diperoleh dari kegiatan ini diantaranya adalah hasil penelitian langsung diterapkan di lapangan. Kita membantu petani mengurangi pemakaian dan resiko bahan kimia dalam pertanian dan mereka juga diberikan pelatihan hama penyakit tanaman dan sebagainya,” ujarnya.

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Bisnis dan Komunikasi IPB, Dr. Arif Imam Suroso ini tidak hanya di dalam ruangan, para peserta juga mengunjungi petani di lapangan dan mengidentifikasi hama tanaman.

Hasil Penelitian IPB Langsung di Praktekkan Petani
Sementara itu, salah seorang petani dari Cipanas, Ujang Dayat yang mengikuti kegiatan ini mengaku awalnya sering menggunakan pupuk kimia, dan sekarang sudah tahu akibatnya. Ujang merasa bersyukur hasil penelitian IPB langsung diterapkan di tingkat petani, terutama dalam bidang hama penyakit tanaman.

“Setelah ada kerjasama dengan IPB, kebiasan yang awalnya menggunakan bahan kimia sekarang sudah beralih ke bahan bukan kimia. Hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh IPB langsung diterapkan kepada kami,” ujarnya.

Ujang Dayat adalah petani sayuran yang menananam wortel, tomat, kubis di lahan seluas 5000 meter persegi, di Cipanas. Saat ini ia memakai pupuk dan pembasmi hama dengan menggunakan bahan bukan kimia. Ilmu tersebut di dapatkannya dari IPB. Bahan bukan kimia tersebut bukan hanya di pakai sendiri, namun juga menjadi tambahan penghasilan dengan cara menjualnya. (man)