Workshop Kehumasan di ITS Surabaya

Workshop Kehumasan di ITS Surabaya

Berita

Humas Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) menggelar Pelatihan Humas dan Protokol Perguruan Tinggi dan Kopertis hari Kamis (15/7). Pelatihan ini digelar karena pentingnya pencitraan terhadap suatu institusi.
    
Pelatihan ini dihadiri oleh Humas dan Protokol se-Jawa, diantaranya Humas IPB, UI, UGM, ITB, dan humas perguruan tinggi di wilayah Provinsi Jawa Timur.

Humas terkadang pada posisi dilematis ketika menghadapi sebuah pandangan negatif masyarakat terhadap institusi yang menaunginya. Terlebih jika institusi tersebut melingkupi persoalan hajat hidup masyarakat luas.

Sebagaimana dipaparkan oleh Pembantu Rektor IV ITS, Prof Ir Eko Budi Djatmiko MSc PhD ketika membuka pelatihan ini. “Ketika saya masih belajar di Inggris, saya prihatin tidak banyak orang tahu tentang Indonesia. Humas di negara kita sangat minim dibandingkan dengan negara Asia Tenggara, salah satunya dari Thailand,” ungkap Prof. Eko.

Menurutnya, pencitraan positif suatu institusi dimulai dengan mengenal potensi pribadi, institusi, atau lembaga terlebih dahulu, yang kemudian dengan modal tersebut dilanjutkan dengan mempromosikan kepada pihak lain.

Pelatihan yang mengambil tema Membangun Citra dan Peningkatan Profesionalisme Kinerja ini menghadirkan dua pembicara yaitu Drs M Muhajdir MA dari Departemen Pendidikan Nasional dan Drs Gunarto dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Muhajdir mengulas tentang Humas Lembaga Pendidikan sedangkan Gunarto mengupas tentang keprotokolan.

Muhadjir menuturkan, fungsi utama humas adalah mencitrakan lembaga kepada kalangan luar dan masyarakat. Selain itu tugasnya adalah sebagai kepanjangan tangan pimpinan institusi untuk membahasakan kepada masyarakat.

“Diupayakan humas bisa berintegrasi terhadap informasi dalam satu institusi. Humas itu seperti lidi yang banyak, kalau diikat pasti memiliki kekuatan yang lebih, dan Humas harus didukung oleh semua pihak yang berada di institusi tersebut,” imbuhnya.

Gunarto memaparkan tentang keprotokolan dalam sebuah institusi. “Protokol bisa diartikan sebagai ilmu dan seni. Ilmu karena sudah ada Peraturan Pemerintah, sedangkan seni karena di setiap institusi memiliki perbedaan,” imbuh Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim ini. (hoe/fn/man)