Jumling Desa Petir : IPB Siap Dampingi UKM Pangan Desa Petir

Jumling Desa Petir : IPB Siap Dampingi UKM Pangan Desa Petir

Berita

Institut Pertanian Bogor (IPB) menyatakan siap melakukan pendampingan Usaha Kecil Menengah (UKM) pangan Desa Petir. Beberapa potensi UKM pangan Desa Petir  diantaranya kripik ubi aneka rasa, rengginang, renggining, dan teng-teng. “Agar masyarakat aman membeli dan mengkonsumsi penganan buatan warga  Desa Petir,  UKM atau produsen diharapkan memiliki nomor Produk Industri Rumah Tangga (PIRT)-nya dari Dinas Kesehatan setempat. Kalau belum punya, mari kita sama-sama  mengurusnya.

Kami  dari IPB, siap memberikan bantuan pendampingan,” kata Peneliti dari South East Asian Food and Agricutural Science and Technology (SEAFAST) Center IPB, Ir.Sutrisno Koswara, M.Si dalam acara Jum’at Keliling (Jumling), Jum’at (4/6) di Balai Desa Petir. Untuk mendapatkan nomor  PIRT syaratnya tidak terlalu sulit. Pemilik UKM diminta melampirkan sertifikat penyuluhan pangan, Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat keterangan usaha, label dan membayar biaya Rp 50 ribu.  

Nomor PIRT akan keluar sebulan kemudian.   Nomor PIRT ini memberikan jaminan bagi konsumen, bahwa produk UKM tersebut aman dan layak dikonsumsi masyarakat. Ir.Sutrisno, M.Si mencontohkan kasus produk keripik kulit kerbau palsu yang terbuat dari tepung terigu dicampur pewarna dan borak atau sisa kulit industri jaket. Keripik kulit kerbau ini tidak mempunyai nomor PIRT. Sebelum dipasarkan , Dr. Slamet Budijanto, Staf Pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) IPB yang saat itu mewakili Dekan FATETA IPB,  menyarankan pentingnya  perbaikan kualitas produk kerajinan makanan ringan baik dalam  hal keamanan pangan, cita rasa, pengolahan maupun pengemasan. “ Jika diperlukan kita akan memberikan bimbingan dan memfasilitasi pemasaran produk pangan masyarakat. Namun terlebih dulu,  jika diizinkan, kami akan melakukan survei proses produksinya.

Apakah produknya sudah aman atau belum,”  tutur Dr.Slamet.  Mengenai perbaikan kemasan produk makanan ringan warga Desa Petir, rencananya Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IPB akan membuat  usaha kemasan generik. Wakil Ketua Bidang Pengabdian LPPM IPB, Dr.Ir. Prastowo menjelaskan  lima program aksi untuk Desa Petir antara lain: Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang dikoordinir Dr.Pudji Mulyono, UKM Pangan yang dikoordinir Ir.Sutrisno Koswara, M.Si, handycraft (kerajinan tangan) yang dikoordinir Dr.Nurhadi, Air Bersih  yang dikoordinir Dr.Prastowo dan Klinik Tanaman. Kegiatan yang diawali pemberian santunan anak yatim sebanyak 30 orang ini dihadiri Camat Darmaga, Arom Rusnandar.  Bapak Arom mengapresiasi sumbangan IPB pada lima desa lingkar kampus di wilayah Kecamatan Darmaga. “Ini sudah yang ketiga kalinya, IPB menggelar Jumling di Kecamatan Darmaga. Berbeda dengan tiga tahun silam, sekarang IPB sudah  memasyarakat dan dekat dengan warga.

Saya sangat berterima kasih, IPB turut membangun dan memajukan daerah kami,” ujar Bapak Arom. Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Petir, Engkos  Kosasih. Dalam kesempatan itu, Bapak Engkos meminta bantuan IPB mendampingi program pembangunan sarana sanitasi air bersih dari pemerintah.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Tim LPPM Dr.Saharudin dan Dr.Kamto, Kabid Humas dan Protokoler IPB, Ir. Henny Windarti, M.Si, serta sejumlah dosen magang  berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang saat ini sedang magang di IPB.  Dalam pameran potensi tersebut juga dipajang hasil kerajinan tangan warga setempat seperti wayang golek, berbagai mainan  anak dan bunga kering. (ris)