Direktur MB IPB Persembahkan 2 Buku Literatur untuk Pembangunan Ekonomi Daerah
Buku berjudul “Model-Model Kuantitatif” dan “Analisis Input-Output & Social Accounting Matrix” untuk Pembangunan Ekonomi Daerah dilaunching oleh Rektor IPB di Auditorium Sumardi Sastrakusuma FPIK IPB (21/6). Adalah Dr. Arief Daryanto, M.Ec yang saat ini menjabat sebagai Direktur Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis (MB) IPB sebagai penulis pertama dan Dr. Yundy Hafizrianda sebagai penulis kedua. Kedua buku tersebut diterbikan oleh IPB Press.
Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah sesuai dengan Undang-Undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah (otonomi daerah) telah mengubah penyelenggaraan pemerintahan. Dari kebijakan ini diharapkan proses pengambilan keputusan dalam alokasi sumberdaya dan penyediaan pelayanan publik menjadi lebih sederhana dan cepat.
Namun pada saat bersamaan reformasi politik di Indonesia tidak berjalan mulus. Sehingga sumberdaya manusia yang sedianya mengisi tampuk kepemimpinan di daerah kurang cakap dalam mengembangkan pembangunan ekonomi daerah.
“Masalahnya adalah masih terbatas dan masih rendahnya kapasitas para perencana pembangunan daerah. Baik dari segi jumlah maupun dari segi profesionalisme. Akhirnya efisiensi, efektifitas dan optimalisasi dalam pemanfaatan sumberdaya daerah tidak tercapai,” ujar Dr. Arif.
Menurutnya, kedua buku ini tidak mudah untuk dihadirkan di pasar. Namun harapannya, dapat memberikan rujukan yang bermanfaat terkait dengan berbagai metode kuantitatif. Metode ini kerap digunakan dalam perencanaan pembangunan ekonomi daerah.
Beberapa metode kuantitatif yang paling sederhana (Location Quotient, Shift Share Analysis dan Incremental Capital Output Ratio) hingga yang lebih rumit (Analisis Input Output, Social Accounting Matrix, Regresi sederhana dan regresi lanjutan) dibahas dalam buku pertama. Sedangkan buku kedua dihadirkan untuk mengisi khasanah literatur tentang alat analisis input-output (I-O) dan social accounting matrix (SAM) dalam bahasa Indonesia.
“Buku Analisis IO dan SAM dalam bahasa Indonesia masih relatif langka. Sedikit sekali buku yang membahas konsep dan aplikasi IO dan SAM untuk pembangunan ekonomi daerah di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor IPB, Prof.Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc menganalogikan jerih payah menulis buku dengan orang yang mendaki gunung. “Jerih payah mendaki gununglah yang membuat pemandangan di bawahnya terlihat luar biasa indah”. Rektor menyatakan bangga karena dosen-dosen di IPB makin aktif menulis. “Di usianya yang masih terbilang muda, Dr. Arif sudah menelurkan banyak buku. Apresiasi sebesar-besarnya saya sampaikan kepada Dr. Arif dan Dr. Yundy. Mari kita teladani teman-teman yang sudah menghasilkan buku yang produktif ini,” ujar Rektor dalam sambutannya.
IPB akan memberikan insentif bantuan menulis buku bagi para dosen. Ini merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan IPB menuju World Class University dengan memperbanyak publikasi berbentuk buku. (zul)
