Mau Berhasil Menjadi Entreprenuer Harus Mau Terjun Lapang
Menjadi entrepreneur kerap sebagai jalan keluar yang paling terbuka pasca
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) namun sayang banyak yang gagal. "
Seandainya 6500 pegawai Dirgantara yang di PHK belajar entrepreneur ketika
mereka masih duduk di bangku sekolah, saya pikir mereka akan memiliki
kemampuan lebih baik dan mampu meng-entrepreneur- kan kompetensinya,"
ungkap Vice President PT Primatama Karya Persada -JAPFA Comfeed Group ,
Agus Wahyudi ketika mengulas kegagalan para entrepreneur dadakan.
Menjadi entrepreneur pilihan hidup yang tidak mudah dan tidak instan.
Kesuksesan seorang entrepreneur merupakan rangkaian perjuangan dan
kumpulan dari kegagalan. "Orang harus berani mengambil setiap peluang dan
menanggung konsekuensi. Beranikah teman-teman bekerja lebih dari 20 jam
tiap hari? Beranikah teman-teman setiap minggu mengurangi waktu
berleha-leha," ujar Ketua Umum Perhimpunan Industri Peternakan Ayam Ras
(PINTAR) Lampung ini. Banyak orang ingin berhasil dalam bekerja, tapi
enggan melaksanakan pekerjaan-pekerjaan lapang dan teknis. "Mereka
merasa sudah lulusan perguruan tinggi, tidak mau mengerjakan pekerjaan
kasar," tegas Alumni Fakultas Peternakan IPB Angkatan 26 dalam Trobos Goes
to Campus dan Workshop Public Speaking, Sabtu (22/5) di Kampus IPB
Darmaga.
Agus mengisahkan perjuangannya mencapai posisi vice president yang diawali
dari sales officer. Tiap hari Sabtu saat karyawan lain libur, Agus yang
kala itu menjabat manager area mengendarai sendiri truk perusahaan untuk
mengantar sisa pakan di gudang kepada peternak langsung. Tindakannya ini
memperkuat hubungan emosional dengan pelanggan. Walhasil ketika peternak
ditawari produk kompetitor, mereka menolak. Selain itu, Agus juga
menyanggupi tantangan dari perusahaan untuk membuka kemitraan dengan
peternak lokal. Tantangan yang dihindari semua manajer perusahaan, karena
mencurahkan energi, tenaga dan waktu tidak sedikit. Keberhasilannya
mengelola kemitraan ini menjadikan karirnya melesat cepat. "Dulu beberapa
orang yang menjadi pimpinan saya, kini malah menjadi bawahannya," tandas
Agus.
Acara yang diselenggarakan yang bertujuan meningkatkan kemampuan public
speaking mahasiswa FAPET dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB ini
juga menghadirkan pembicara lain diantaranya Head of Organization
Development PT.Sierad Produce , Nikko Priambodo dan Praktisi Public
Speaking Ahmad Yulianto. Kegiatan ini diselenggarakan Badan Eksekutif
Mahasiswa (BEM) FAPET dan FKH IPB. (ris)
