IPB dan Rabobank Teken MoU
Setelah memberikan beasiswa kepada lima mahasiswa IPB, Rabobank meneken nota kesepahaman dengan IPB di Wisma Landhuis, Kampus IPB Darmaga Bogor (3/12). “Ini merupakan kesempatan yang bagus bagi kami untuk mempelajari lebih banyak tentang financial,” ujar Rektor IPB, Prof.Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc saat membuka acara.
Selain memberikan beasiswa penuh (biaya perkuliahan, sewa kost, biaya hidup dan biaya pembelian buku) kepada mahasiswa selama masa studinya, Rabobank berkeinginan untuk bertemu dengan mitra (petani) binaan IPB sehingga para petani dapat mengenal lebih dekat tentang Rabobank Indonesia dan Rabobank Foundation.
Rabobank awalnya adalah koperasi yang didirikan oleh petani Belanda. Seiring perkembangan koperasi tersebut, pada tahun 1980 berubah menjadi lembaga perbankan dengan nama Rabobank. Namun sejak 1981, Rabobank memulai aktivitas perbankan khususnya untuk pembiayaan di bidang pangan dan agribisnis.
Saat ini, Rabobank telah memiliki 90 juta nasabah dari 46 negara di dunia. Dan telah mencatat keuntungan untuk tahun 2009 sebesar 1,3 milyar euro. Oleh karena itu, Rabobank mendapat penghargaan Triple A.
“Untuk mencapai semua ini, strategi yang kami terapkan adalah dengan fokus memperkuat jasa layanan pembiayaan di bidang pangan dan agribisnis,” ujar Presiden Direktur Rabobank Foundation
Dalam kesempatan tersebut, IPB menghadirkan beberapa kelompok tani yang berasal dari desa di Lingkar Kampus. Yakni kelompok tani dari desa Cikarawang, Situ Gede, Cibanteng dan Darmaga. Selain itu, hadir juga petani yang memanfaatkan tungku arang sekam dan destilat cair ciptaan IPB.
Salah satu petani binaan LPPM IPB yang tergabung dalam Edu Corporate Farming (Eco-Farm) menanyakan cara mendapatkan pembiayaan dari Rabobank. Selain itu, menurutnya walaupun sudah menggunakan label IPB yang sangat membantu, masih ada berbagai kendala yang dihadapi dalam memasarkan produk fresh milknya.
Beberapa kendalanya adalah keterbatasan sarana transportasi, kurangnya teknologi, sarana pengolahan masih terbatas, kurangnya tenaga pemasaran yang handal, kurangnya fasilitas freezer dan outlet yang dimiliki.“Mungkin jika kami dapat mengakses pembiayan di Rabobank, sebagian permasalahan yang kami hadapi akan hilang,” ujarnya.
Hadir juga pejabat di lingkungan IPB seperti Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Yonny Koesmaryono, MS, Wakil Kepala LPPM bidang Penelitian Prof. Ronny M. Noor, Direktur Kerjasama, Dr. Rinekso Soekmadi, Direktur Kemahasiswaan, Dr. Rimbawan, Sekretaris Eksekutif, Dr. Bony P.W. Soekarno dan Kasubdit bidang Minat dan Bakat, Bambang Riyanto, S.Pi, M.Si.(zul)
