Aplikasi Teknologi Tepat Guna Mahasiswa IPB

Aplikasi Teknologi Tepat Guna Mahasiswa IPB

Berita

Dalam sebuah pertemuan corporate social responsibility (CSR) perguruan tinggi se-Asia yang belum lama ini berlangsung, IPB yang saat itu menyajikan paper berisi kiprah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB di lingkar kampus, di luar dugaan paper tersebut mendapat perhatian dan pujian dari banyak peserta.  Dari 11 paper yang disajikan, IPB satu-satunya institusi yang memaparkan aktivitas CSR-nya dengan berbasis kegiatan nyata.  Saat itu IPB menampilkan kegiatan-kegiatan IPB di lingkar kampus seperti  jum’atan keliling (jumling) dan berbagai kegiatan pelatihan, aplikasi teknologi tepat guna di 14 desa lingkar kampus yang dipaparkan LPPM IPB di forum tersebut.

  

Pengalaman tersebut dipaparkan oleh Wakil Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat LPPM IPB, Dr. Ir. Prastowo saat membuka Seminar Hasil-hasil Aplikasi Teknologi Tepat Guna (TTG) oleh Mahasiswa IPB Tahun 2009 bertempat di Ruang Sidang LPPM IPB, Gedung Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Darmaga.  Ada 25 aplikasi TTG yang dipaparkan oleh Himpunan Profesi (Himpro) mahasiswa IPB maupun Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pada kesempatan semina tersebut.  Ke-25 TTG tersebut antara lain: pendederan ikan lele Sangkuriang, pelatihan kawin suntik ikan lele Sangkuriang, pelatihan pembuatan dan pengembangan usaha nata de coco, pelatihan penggemukan domba, pelatihan pembuatan tepung singkong aromatik, penyuluhan keamanan pangan perikanan, budidaya jamur tiram, desa mitra dan bina Posyandu, bina sekolah untuk kepedulian pangan, pelatihan desain kandang domba sehat dan ramah lingkungan, pelatihan pemanfaatan sampah plastik menjadi kerajinan tangan, pengembangan kelinci pedaging lokal, pelatihan pembuatan briket arang sekam, pemanfaatan sampah organik menjadi briket, teknologi pakan untuk kesehatan ternak, peternakan sehat untuk kelinci hias, teknologi biogas, home industry makanan jajanan, penyuluhan bahaya cacing terhadap ternak domba, pembuatan pakan bersuplemen, peningkatan kualitas anak usia SD, desa mitra dan bina Posyandu, bina sekolah untuk kepedulian pangan, sampai kampung ekologis.

  

Terhadap kegiatan aplikasi TTG di lingkar kampus ini Dr. Prastowo berpesan kepada himpro-himpro maupun BEM untuk menjaga keberlanjutan program yang telah dilakukannya di desa-desa lingkar kampus tersebut.  “Usia kepengurusan Himpro yang hanya satu tahun jangan sampai menghalangi untuk melanjutkan program.  Proses regenerasi dan pewarisan informasi dan program kepada pengurus berikutnya menjadi penting agar program yang telah dilakukan dapat terus dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya.  Jadikanlah ini sebagai program kerja masing-masing Himpro secara berkelanjutan, “ papar Dr. Prastowo. Selain keberlanjutan, menurut Dr. Prastowo fokus dan konsisten juga menjadi bagian penting dari program ini. 

  

Lebih lanjut dikatakannya bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan berbasis masyarakat, sehingga mahasiswa harus betul-betul membawa inovasi yang tepat diaplikasikan di masyarakat.  LPPM IPB berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan semacam ini.  LPPM IPB juga akan terus mengevaluasi dan mencari bentuk yang tepat untuk pengembangan program ini ke depan.  Diinformasikan juga bahwa LPPM IPB akan membuka Pos Pelayanan bagi Masyarakat Lingkar Kampus yang berlokasi di gedung LPPM IPB.

  Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Ir. Kukuh Santoso mengatakan tahun 2009 ini merupakan tahun pertama LPPM IPB menggulirkan program Hibah bagi Himpro dan BEM untuk aplikasi teknologi tepat guna bagi masyarakat.  Diharapkannya, kegiatan tersebut akan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di lingkar kampus. Hadir pada seminar ini  kepala desa/lurah dari 14 desa lingkar kampus IPB Darmaga.  (nUr)