Workshop Forum Pendidikan Arsitektur Lanskap Indonesia (FPALI)
Direktorat Akademik, Ditjen DIKTI telah memfasilitasi pelaksanaan worksop Forum Pendidikan Arsitektur Lanskap Indonesia (FPALI), yang diselenggarakan pada 2 – 4 November 2009 yang lalu di Hotel Ambhara, Jakarta. Acara workshop yang diikuti oleh 24 Perguruan Tinggi negeri dan Swasta yang menjadai anggota FPALI, dibuka oleh Dr. Illah Sailah (Direktur Akademik, Ditjen DIKTI) dan dilanjutkan penyampaian makalah kunci tentang Penelitian di Bidang Arsitektur Lanskap yang disampaikan oleh Direktur Penelitian dan Pengabdian pada Masayarakat (DP2M, Ditjen DIKTI), yaitu Prof. Suryo Hapsoro Tri Utomo. Selain 24 PTN/PTS anggota FPALI, acara ini juga dihadiri oleh Ketua-ketua organisasi profesi, yaitu Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI), Badan Sertifikasi Arsitektur Lanskap (BSA), Asosiasi Kontraktor Lanskap Indonesia (AKLANI), Asosiasi Pengusaha Arsitektur Pertamanan Nasional (ASPERTANAS), dua alumni yang berhasil (peneliti dan professional), serta 3 senior insan yang bergerak di bidang arsitektur lanskap, yaitu sebagai pendidik, birokrat, dan professional. Workshop Pengkodean Bidang Arsitektur Lanskap dan Pemantapan Kurikulum serta Keprofesiannya, mengusung tema “Peningkatan tata kelola pendidikan dalam mendukung profesionalisme bidang arsitektur lanskap memenuhi kebutuhan pasar global”.
Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin sebagai Ketua FPALI 2003-2006 dan perpanjangannya sampai dengan 2009, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan suatu respon terhadap SK Dirjen DIKTI No. 163/DIKTI/Kep/2007 di mana bidang Arsitektur Lanskap hanya muncul pada program Diploma (D-3) pada rumpun ilmu Pertanian. Sedangkan untuk program sarjana dan pascasrjana tidak nampak, tetapi di-merger pada Prodi Agroteknologi. Beberapa pertemuan dengan Dirjen DIKTI dan Dit AKA dengan menyampaikan naskah akademik untuk usulan pengkodean bidang Arsitektur Lanskap.
Dalam sambutan pembukaan dan pengarahannya, Dr. Illah Sailah menyampaikan bahwa SK No. 163/DIKTI/Kep/2007 bukanlah sesuatu yang mutlak, bukan sesuatu yang tidak bisa diutak-atik. Artinya, bahwa bila mana ada suatu ilmu yang diperlukan oleh masyarakat, memiliki pasar yang luas baik di dalam negeri dan luar negeri, memiliki berbagai profesi seperti dalam Arsitektur Lanskap (ada FPALI, IALI, AKLANI, ASPERTANAS, dan pada skala international ada IFLA dan AEFLA) maka pengkodean ini perlu dibuatkan untuk melaksanakan kegiatan akademiknya, untuk menghasilkan lulusan yang berkompeten. Sehingga ditekankan, bahwa dalam lokakarya ini perlu dihasilkan rumusan daftar kompetensi lulusan pada berbagai jenjang pendidikan Diploma, Sarjana dan Pascasarjana. Bidang arsitektur lanskap ini memungkinkan dilaksanakan baik pada pendidikan akademik yang mengutaman proporsi keilmuan, juga bisa berorientasi pada vocational yang mengutamakan skill dan akan menjadi seorang yang professional.
Prof. Hapsoro (Direktur DP2M, Ditjen DIKTI) menyampaikan tentang bidang arsitektur lanskap dan kaitannya dengan penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Dinyatakan bahwa berkembangnya suatu pendidikan harus diimbangi dengan kegiatan penelitian. Hasil penelitian inilah yang juga akhirnya dipakai sebagai bahan yang diimplementasikan dalam bidang pendidikan juga didiseminasikan ke masyarakat melalui kegiatan pengabdian pada masayarakat. Untuk memacu minat penelitian, Direktur DP2M ini menjanjikan akan memberikan scheme penelitian di bidang arsitektur lanskap. Untuk itu ia menyampaikan 9 topik strategis di bidang arsitektur lanskap yang ditawarkan pada 2010, yaitu meliputi topic-topik, sebagai berikut: 1. Pembangunan yang berkelanjutan pada lanskap permukiman; 2. Rancangan ruang terbuka untuk kesehatan dan kota/kampus/kawasan yang berkelanjutan; 3. Cultural landscape ~ lanskap budaya; 4. Kearifan-kearifan lokal terhadap perkembangan dan pelestarian lanskap; 5. Pengaruh perubahan flora terhadap struktur lanskap; 6. Klasifikasi/pengelompokan karakter lanskap (karakterisasi lanskap); 7. Manajamen lanskap budaya; 8. Kajian perancangan lanskap; dan 9. Pengaruh urbanisasi (kotanisasi) terhadap perubahan lanskap.
Pada acara workshop FPALI hari kedua, Selasa 3 Nopember 2009 acara dimulai pk. 08.00 hingga pk. 22.00. Tercatat ada 7 makalah disajikan, yaitu:
- Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, MS./Ketua FPALI (Pendidikan Arsitektur Lanskap Saat ini dan Usulan Naskah Akademik)
- Dr. Jusna Amin/Representative Indonesian Board/IFLA (Sejarah Pendidikan Arsitektur Lanskap di Dunia dan Indonesia)
- Dr. Aris Munandar/Wakil Dekan Fakultas Pertanian IPB/Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum, Kompetensi Setiap Strata dan Kodifikasi Arsitektur Lanskap
- Ir. Hengky Heksanto/Ketua Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (Supply dan Demand Lulusan Arsitektur Lanskap di Indonesia dan Luar Negeri)
- Ir. Iwan Ismaun/Wakil Ketua Badan Sertifikasi Keahlian Arsitektur Lanskap (Sertifikasi Keahlian dan Cabang Ilmu dalam Arsitektur Lanskap serta Kompetensi yang Diperlukan)
- Beria Leimona SP, M.Si/Ph.D. Candidate/Alumni yang bekerja sebagai Coordinator RUPES, ICRAF (Kompetensi dan Peran Ilmuwan/Peneliti Lanskap dalam Mewujudkan Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan)
- Ir. Bintang Nugroho/Alumni yang bergerak sebagai Konsultan/Kontraktor Arsitektur Lanskap Kompetensi dan Peran Profesional Arsitek Lanskap (Landscape Planner & Designer) dalam menghadapi Era Global
Hari kedua sesi sore hingga malam digunakan untuk sidang/diskusi kelompok bidang pendidikan akademik (keilmuan) dan pendidikan vocational (keprofesian) pada berbagai level. Diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan kompetensi arsitek lanskap dari berbagai level, diploma, sarjana, dan pascasarjana.
Pada hari terakhir, 4 Nopember 2009 workshop dilakukan setengah hari, diawali dengan siding pleno membahas hasil sidang kelompok bidang akademik dan keprofesian dilanjutkan dengan pembacaan rumusan. Sebelum pukul 12, workshop FPALI telah ditutup oleh Bapak Firdaus yang mewakili Direktur Akademik. Dalam surat sambutannya, Dr Illah, sekali lagi menyampaikan bahwa pengkodean bidang Arsitektur Lanskap memang diperlukan untuk merevitalisasi keberadaan bidang ini yang sangat diperlukan pada masa kini dan masa mendatang dalam penataan lingkungan alami maupun binaan dengan konsep keamanan, kenyamaan dan estetika. Naskah akademik untuk pengkodean bidang ini diharapkan dapat masuk ke Ditjen Dikti pada minggu ke-4 bulan November 2009. ***
24 PTN/PTS yang memiliki bidang Arsitektur Lanskap dalam unit Departemen/Jurusan, Prodi, Peminatan, maupun hanya baru memberi pelayanan beberapa mata kuliah, serta ruang lingkup penelitian, yang menjadi anggota FPALI adalah IPB, USAKTI, ITB, niv. Bandung Raya, UNPAK, UMJ Jakarta, ITS, UNILA, UNITRI Malang,UNSRI,UPN Surabaya,UMY, ISTN, UNHAS, UNUD, UB, Univ. Mercubuana, UNMUL, UNTAN, UNRI, UI, UGM, dan UNIKA Soegiyapranata Semarang.
(HSA)
