Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) VI Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI)

Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) VI Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI)

Berita

Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI), Komisariat Daerah ISOI Bogor, dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB bekerjasama menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) VI Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) dengan tema "Pengarusutamaan Peran Kelautan Dalam Pembangunan Berkelanjutan" (16-17/11) bertempat di IPB International Convention Center (IICC), Bogor.

Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) merupakan satu organisasi profesi bidang kelautan di Indonesia yang didirikan sejak tahun 1973. Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) merupakan agenda rutin tahunan untuk melakukan pertemuan ilmiah bidang kelautan.

Seminar yang dihadiri sekitar 500 peserta dari dalam dan luar negeri ini, bertepatan dengan kepengurusan ISOI baru periode 2008-2011. PIT dilaksanakan kembali di Bogor sesuai dengan Surat Keputusan Pengurus Pusat ISOI. Berbeda dengan PIT-PIT sebelumnya, PIT ke-VI ini merupakan pertemuan internasional dan akan menindaklanjuti gagasan dan pemikiran yang tertuang dalam pertemuan World Ocean Conference (WOC) di Manado, serta mampu memberikan sumbangan pemikiran bidang kelautan kepada pemerintahan yang akan datang.

"Pada PIT ke-VI ISOI tahun 2009, sekitar 180 makalah akan dipresentasikan yang mencakup 11 topik kajian/ sesi terkait dengan bidang kelautan dan lingkungan, meliputi: Geosain dan Atmosfer, Penginderaanjauh Kelautan, Terumbu Karang, Sumberdaya Laut, Kesehatan Ekosistem Laut, Teknologi Observasi Kelautan, Kebijakan dan Manajemen Kelautan, Perubahan Iklim,  Pulau-pulau Kecil, Survei dan Pemetaan Sumberdaya Kelautan, Networking Institusi dan Perkembangan Ilmu Kelautan,"ujar Ketua Pelaksana Pusat ISOI, Ahmad Najid, M.Si.

Dipaparkannya, tujuan seminar ini tak lain dalam rangka untuk menelaah, mendikusikan dan menyepakati tentang pentingnnya pengarusutamaan (mainstreaming) peran kelautan dalam pembangunan dunia yang berkelanjutan dan perubahan iklim. Kemudian, untuk menggali dan menghasilkan konsep-konsep pembangunan kelautan nasional sehingga laut sebagai sumber daya alam (hayati dan non hayati) mampu memberikan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Forum ini juga sebagai media tukar informasi dan pengetahuan kelautan terkini antara peneliti kelautan internasional dan nasional, anggota ISOI, masyarakat pemerhati kelautan, pemerintah dan pengusaha industri kelautan;  Selain itu juga dalam rangka menggalang semangat bahari diantara peserta yang datang dari berbagai institusi internasional, nasional, daerah, perguruan tinggi, pengusaha dan masyarakat pemerhati kelautan.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr.Ir. Yonny Koesmaryono, MS., di dalam pemaparannya mengatakan, IPB memiliki komitmen yang tinggi dalam pengembangan IPTEK Kelautan di Indonesia dan menjadi salah satu ide awal terbentuknya pendidikan kelautan di Indonesia bersama enam perguruan tinggi lainnya (Universitas Riau, Diponegoro, Hasanuddin, Sam Ratulangi, dan Patimura) yang dimulai sejak awal pengembangan Proyek Pendidikan Ilmu Kelautan di Indonesia 24 tahun yang lewat.

"Lebih dari 1000 orang sarjana kelautan telah dihasilkan dan beberapa tahun terakhir ini IPB juga telah mengembangkan program Pasca Sarjana Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB," ujarnya. 

Hadir juga di dalam seminar itu, Ketua Umum ISOI, Prof.Dr.Ir. Indroyono Soesilo, M.Sc., Keynote Speech,  Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof. Dr. Umar Anggara Jenie, dan sebagai narasumber Prof. Dr. Dorodjatun Kuncorojakti, Dr. Hasym Djalal, dan Dr. Janet Sprintall. (man)