Saatnya Petani Menggunakan Mesin Pertanian

Saatnya Petani Menggunakan Mesin Pertanian

Berita

 

Di era modern seperti saat ini berbagai teknologi diciptakan untuk melengkapi kebutuhan manusia, begitu pula dengan  teknologi mesin-mesin pertanian. Hal ini yang diungkapkan Dr.Ir. Desrial,M.Eng Ketua Departemen Teknik Pertanian dalam acara Dialog Sore RRI di Bogor.13/10

 

Dr. Desrial menyampaikan saat ini sudah banyak sekali pabrik mesin pertanian lokal yang berproduksi dan kualitas mesin kita tidak kalah dengan produksi pertanian dari luar. Hal ini tidak terlepas dari peranan  khususnya Departemen perindustrian dengan beberapa programnya untuk  memproteksi masuknya mesin-mesin dari luar.

 

Terkait dengan Teknologi Pertanian terbaru, Departemen Teknik Pertanian IPB dalam rangka Dies Natalisnya yang ke 45 akan memperlihatkan kepada masyarakat dan bangsa kita agar lebih mengenal bagaimana perkembangan teknologi pertanian  itu kita capai. untuk itu. acara akan digelar pada tanggal 16, 17 dan 18 oktober 2009 di Kampus IPB Baranang Siang.

 

Menurut Dr.Ir. I Wayan  Astika, MSi Staf. Pengajar  Departemen Teknik Pertanian IPB terkait prosentase penggunaan mesin di Indonesia,  mengatakan  "Ada imbangan apabila tenaga kerja sedikit mesin pertanian banyak di pakai. Sebaliknya apabila tenaga kerja banyak maka mereka lebih memaksimalkan memakai tenaga kerja, karena terbentur biaya".

 

Kita memerlukan desain-desain yang sesuai dengan kondisi lokal,karena tidak sepenuhnya mesin import akan cocok di negara kita. Keadaan tanah dan desain mesin akan berbeda-beda. Karena itu belum tentu mesin produk luar akan cocok dengan kondisi wilayah di Indonesia.pungkasnya.

 

Lebih lanjut ia menyampaikan petani selalu berpikir biaya. Ke depan harapannya dapat beralih ke mesin, karena selain dapat menaikkan nilai tenaga kerja manusia, juga mengingat saat ini  generasi muda kurang tertarik dengan pertanian karena identik dengan kotor, gengsi  dan lain-lain namun dengan teknologi, hal tersebut bisa diatasi. Generasi muda tidak gengsi lagi.

 

Dr. Desrial menyampaikan, terkait biaya mesin yang masih tidak terjangkau, saat ini banyak lembaga keuangan yang sudah melirik bisnis di bidang mesin pertanian misalnya dari segi pendanaan berupa kredit seperti halnya sepeda motor. Selain itu bisa disiasati dengan petani membentuk Gabungan Kelompok Petani (GAPOKTAN), maka akan lebih murah. (dh)