Pakar IPB Bicara Swasembada Daging di Dialog Sore RRI
Terkait dengan program pemerintah tentang percepatan swasembada daging di tahun 2010,terkait dengan itu Dr.Ir. Suryahadi, DEA, Kepala Pusat Studi Hewan Tropika Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IPB yang juga staf pengajar di Fakultas Peternakan IPB.mengungkapkan masih banyak kendala yang dihadapi untuk pencapaian target swasembada daging ini. Mulai dari produksi ternak yang belum begitu cepat sampai dengan akses peternak masih terkendala. Untuk itu pihaknya berencana akan menyelenggarakan Seminar Nasional yang bertajuk "Percepatan Peningkatan Populasi Ternak Sapi di Indonesia"pada tanggal 15 Oktober 2009 mendatang. Hal ini diungkapkannya dalam acara dialog sore di RRI. Bogor (29/9).
Drh. Rahmat Hidayat, MSi, Sekretaris Pusat Studi Hewan Tropika yang juga staf. Pengajar di Fakultas Kedokteran Hewan IPB menambahkan peningkatan populasi ternak bukan sekedar menambah angka-angka, namun impactnya harus dapat menambah gizi ternak.
Dr.Ir. Suryahadi mengakui peternakan kita perkembangannya sudah maju dan apa yang berkembang harus di dukung, " kami meminta pola yang bagus. Saya optimis apabila pemeliharaan ternak di bawah perkebunan sawit dapat mempercepat swasembada daging, hanya saja di bawah pola ini harus dilaksanakan secara massal, kita coba menstimulasi agar ketergantungan akan import daging bisa dikurangi.
Dr.Ir. Suryahadi juga menyampaikan bahwa seminar nasional ini juga akan membahas teknologi reproduksi untuk mempercepat Peningkatan Populasi Ternak Sapi di Indonesia dan bagaimana sistem pembibitan untuk peternakan rakyat akan dikupas tanggal 15 Oktober 2009.
Terkait dengan pendengar yang bertanya tentang harga susu yang dimonopoli oleh industri pengolahan susu, Dr.Ir. Suryahadi menyampaikan bahwa perspektif kita harus juga membuat inisiatif perbaikan mutu susu karena harga susu disesuaikan dengan kualitasnya.
alternatif lain menurutnya adalah dengan melakukan pengolahan susu menjadi produk-produk makanan alternatif seperti yoghurt,puding dan sebagainya.. Kami sudah melakukan pembinaan ini di Sukabumi dan sedang melakukan pembinaan di Cisarua.
Saat ini Peternak memang tergantung pada industri pengolahan susu. Hal ini harus menjadi perhatian koperasi karena banyak susu yang terkontaminasi bakteri. Ini merupakan akibat dari kurangnya pemahaman akan pemeliharaannya seperti kandang yang kurang bersih serta saluran pembuangan yang kurang tertata.
solusi harus dicari diantaranya dengan meminta bantuan dari pakar. " saya yakin demi peningkatan kesejahteraan peternak IPB bisa membantu". (Dh)
