Mendiknas menantang SEAMEO BIOTROP Berperan dalam Pengentasan Kemiskinan

Mendiknas menantang SEAMEO BIOTROP Berperan dalam Pengentasan Kemiskinan

Berita

Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA meminta agar SEAMEO BIOTROP berperanan dalam pencapaian program millennium Development Goals (MDGs) terkait dengan kegiatan penelitian dan pengembangan dalam mendukung keamanan pangan dan pengentasan kemiskinan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutan pembukaan pertemuan Dewan Pembina (Governing Board) SEAMEO BIOTROP, (6/10) di IICC Bogor.

Mendiknas, mengatakan bahwa SEAMEO memiliki peranan penting dalam pembangunan masyarakat di Asia Tenggara agar mampu menghadapi tantangan yang dinamis  dan meningkatkan hubungan antarnegara se-Asia Tenggara khususnya di bidang pendidikan. Setiap SEAMEO Center dengan bidang dan keahliannya masing-masing telah berperan terhadap pembangunan masyarakat secara keseluruhan di kawasan tersebut.

Lebih lanjut Mendiknas menyampaikan bahwa SEAMEO baru saja membentuk tiga center baru di Indonesia yaitu IPA Matematika dan Bahasa pada bulan Juli 2009. Ketiga center tersebut akan memiliki peranan penting dalam menciptakan profesionalisme guru-guru IPA, Matematika dan bahasa yang dapat membawa reformasi terhadap kurikulum yang dibutuhkan; memfasilitasi pengenalan proses belajar-mengajar yang baru serta membantu mengintegrasikan teknologi pendidikan.

BIOTROP akan terus meningkatkan kerjasama dengan berbagai institusi baik dalam negeri maupun luar negeri berkaitan dengan kegiatan-kegiatan penelitian, pelatihan, seminar ilmiah dan kegiatan lokakarya lainnya, tandas Mendiknas.

Rektor IPB, Prof. Herry Suhardiyanto menambahkan SEAMEO BIOTROP merupakan salah satu dari 18 pusat regional yang berada dibawah Southeast Asian Ministry of Education (SEAMEO) yang bergerak dalam bidang biologitropika dengan fokus kegiatan penelitian, pelatihan dan penyebaran informasi terkait bidang biologi tropika.

Dr. Bambang Purwantara, Direktur SEAMEO BiOTROP, melaporkan capaian-capaian  selama tahun 2008-2009. Selama periode tersebut, SEAMEO BIOTROP telah melaksanakan kegiatan yang meliputi penelitian,  pelatihan , seminar, lokakarya, dan diseminasi informasi termasuk publikasi jurnal BIOTROPIA yang diterbitkan 2 kali dalam setahun. Perluasan jejaring juga dilakukan dengan melakukan kerjasama antara lain dengan dibentuknya RCE Bogor ( Regional Center of Expertise) di bawah jejaring United Nations University yang memfokuskan pada pembangunan berkelanjutan (Sustainable development) dan BIOTROP bertindak sebagai lembaga induk RCE Bogor. Di samping itu SEAMEO BIOTROP telah mengimplementasikan ISO/IEC 17025:2005 untuk manajemen mutu laboratorium dan sistem manajemen mutu ISO 9001;2000.

Pemberdayaan masyarakat juga menjadi program kegiatan SEAMEO BIOTROP diantaranya pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan industri Karawang (KIIC) bersama dengan pusat SEAMEO lainnya yang berada di Indonesia ( SEAMOLEC, TROPED, RCCN-UI) dan IPB. Pelatihan mengenai budidaya lele pada kolam terpal (knock down) dan jamur tiram serta pertanian organik dan kewirausahaan juga dilaksanakan bagi masyarakat umum. Produk-produk pelatihan dan kewirausahaan tersebut dipamerkan selama acara berlangsung.(dh)