Kepulauan Mentawai Tantangan Bagi Pakar IPB
Pengembangan sektor perikanan dan kelautan di Kepulauan Mentawai sangat prospektif. Hal ini menjadi tantangan bagi para pakar IPB untuk mengemukakan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat setempat.
Rektor IPB Prof.Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., mengemukakan hal itu dalam sambutannya pada acara penandatanganan naskah kesepahaman antara pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dan IPB, Jumat (28/8) di Ruang Sidang Rektor Gedung Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Darmaga.
“Kepulauan ini (Mentawai, red) harus dikembangkan. Namun di sisi lain, upaya untuk menjaga lingkungan atau ekologi harus diutamakan,” kata Rektor yang didampingi Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama, Dr.Ir. Anas Miftah Fauzi.
Pernyataan Rektor ini menjadi jawaban dari keinginan Bupati Kepulauan Mentawai, Edison Saleleubaja yang menginginkan adanya kajian khusus dari perguruan tinggi untuk daerahnya. Pasalnya, kata Edison, Kepulauan Mentawai secara geografis tidak menguntungkan, mengingat jauh dari jalur perdagangan.
“Saya yakin IPB bisa membangun Mentawai tanpa merubah lingkungan yang ada” tandas Edison.
Dalam kesempatan diskusi, Wakil Dekan Fakultas Pertanian Dr.Ir. Aris Munandar dan Wakil Dekan Fakultas Peternakan Dr.Ir. Moh. Yamin, menyatakan kesediaannya untuk ikut serta membangun Kepulauan Mentawai. (nm)
