Rektor Meminta Menjaga Aset Menjadi Budaya

Rektor Meminta Menjaga Aset Menjadi Budaya

Berita

Budaya menjaga aset perlu kita tularkan dan bangkitkan pada segenap warga IPB dan petugas keamanan. Tidak ada artinya melakukan inventarisasi dan penilaian, kalau tiba-tiba hilang. 

Rektor IPB Prof.Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M,.Sc., mengemukakan hal itu dalam sambutannya pada acara Penyerahan Hasil Reinventarisasi dan Valuasi Aset IPB tahun 2009 di Ruang Sidang Rektor Gedung Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Darmaga, Selasa (11/8). 

Dikatakan, beralihnya status IPB dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN), sesungguhnya  memberi kemudahan pada IPB untuk melakukan pembenahan dalam mengelola aset. “Saat masih PTN, penghapusan barang yang sudah aus karena tidak bisa diperbaiki atau dimanfaatkan perlu waktu bertahun-tahun. Setelah BHMN, IPB punya kewenangan untuk mengelola kekayaan negara yang sudah diserahkan,” papar Rektor. 

Rektor juga menyebut bahwa capaian IPB dalam memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Kantor Akuntan Publik, merupakan hasil dari tanggung jawab dan kepedulian seluruh warga IPB dalam mengelola aset. Karenanya, secara khusus Rektor mengucapkan terima kasih dan penghargaan pada tim Reinventarisasi dan Valuasi, juga kepada seluruh unit kerja yang telah bekerja sama dan bekerja keras. 

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Kegiatan Reinventarisasi dan Valuasi Aset IPB Tahun 2009, Dr. Erizal, mengatakan up-dating mengenai aset akan dilakukan per 3 bulan. Selain itu, informasi tentang aset akan ditampilkan di internet, agar semua mengetahui. “Hal ini juga sesuai dengan keinginan pimpinan, agar aset IPB bisa digunakan secara bersama,” ujar Dr. Erizal. 

Acara diakhiri dengan penyerahan dokumen hasil reinventarisasi dan valuasi kepada pimpinan unit kerja oleh Rektor IPB, didampingi Kepala Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Pusat Badan Pengawasan Keuangan Pemerintah  (BPKP) Perwakilan Jawa Barat, Drs. Toto Suparman. (nm)