Purnabakti Prof Sjafrida Manuwoto dan Prof. Utomo Kartosuwondo
Dua orang Guru Besar dari Fakultas Pertanian IPB memasuki masa purnabhakti, yaitu Prof.Dr. Sjafrida Manuwoto, M.Sc., dan Prof. Dr. Utomo Kartosuwondo, MS. Pelepasan dikemas dalam bentuk orasi kedua guru besar tersebut pada Rabu (12/8) di Auditorium Toyib Hadiwijaya, Fakultas Pertanian, Darmaga, Bogor.
Suasana purnabhakti begitu hangat. Hadir Rektor IPB, Prof. Herry Suhardiyanto, M.Sc., Dekan Faperta, dan Kadep Proteksi Tanaman Faperta.
Diantara pejabat juga sempat memberikan kesan dan pesan terhadap dua guru besar itu, yaitu Dekan Sekolah Pascasarjana (SPS), perwakilan dari Departemen Poteksi Tanaman Faperta, dan beberapa kolega dari luar Faperta.
Tak lupa Dekan Faperta, Prof. Dr. Didy Sopandie, M.Agr., Dekan SPS, diwakili Sekretaris Program Doktor, Prof. Dr. Marimin, MS., dan juga Kadep Proteksi Tanaman, Dr. Dadang, M.Sc., didampingi Rektor IPB memberikan kenang-kenangan kepada keduanya. Acara bertambah hangat dengan hiburan Tari Saman yang dibawakan oleh mahasiswa.
Dalam sambutannya Rektor IPB mengucapkan terimakasih atas dedikasi dan keteladanan kedua guru besar ini.
"Ibu Sjafrida itu seorang pendidik, peneliti dan pengelola institusi yang berhasil. Pak Utomo seorang yang penuh semangat dan berkontribusi besar terhadap IPB. Mereka adalah guru dan kakak yang patut diteladani," ujar Rektor.
Sementara itu, dalam kuliah umumnya, Prof Sjafrida memaparkan sebuah makalah dengan judul "Filosofi Pendidikan Tinggi Etika dan Moral Akademik dalam Kehidupan Kampus".
"Agar lulusan IPB mempunyai kompetensi dan mempunyai nilai serta sikap yang sesuai dengan standar universal maka sivitas akademika melaksanakan tugas berdasarkan standar akademik universal," ujarnya di akhir paparnya.
Dalam kesempatan tersebut Prof. Sjafrida berkesempatan meluncurkan buku autobiografinya dengan judul "Selangkah Lebih Maju Seranting Lebih Tinggi," yang diterbitkan oleh Penebar Swadaya.
Sedangkan Prof. Utomo memaparkan tulisan berjudul "Kompetensi Dosen dan Strategi Pembelajaran Student Center Learning (SCL).
Menurut Prof Utomo Student Centered Learning itu pada intinya adalah Active Learning, pembelajaran aktif. Dosen dan mahasiswa bersama-sama aktif membangun pengetahuan melalui: inqiure, discovery dan problem solving.
"Untuk menuju SCL, perlu perubahan secara bertahap dari pola belajar pasif, yang mana mahasiswa hanya duduk manis mendengar dan mencatat, menuju keterlibatan mahasiswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Keberhasilan paradigma baru pendidikan tinggi dalam mewujudkan SCL sangat bergantung pada kemauan, kematangan, dan keterampilan dosen dalam proses pembelajaran yang telah diuraikan sebelumnya," ujarnya.
Menurutnya, dosen dan juga mahasiswa tidak akan berhasil atau sulit mewujudkan pembelajaran yang berorientasi kepada mahasiswa, tanpa mau belajar bagaimana belajar itu, seperti motto "It's easier to learn many other thing's, if you first lern how to learn". (***man)
