IPB Go Field 2009 Mendorong Mahasiswa Mencintai Lapangan
Program IPB Go Field 2009 memberikan maksud agar mahasiswa memahami dan menginternalisasi nilai-nilai kejuangan sebagai bekal terjun ke tengah masyarakat. Sehingga hal itu akan menumbuhkan kecintaan mahasiswa kepada lapangan terutama kepada pertanian secara luas. Begitu dipaparkan oleh Rektor IPB, Prof.Dr.Ir.Herry Suhardiyanto, M.Sc., di sela kunjungan di tiga lokasi IPB Go Field 2009 (8/8).
Saat itu, Rektor IPB, Prof. Dr.Herry Suhardiyanto, didampingi wakil LPPM Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat IPB Dr. Prastowo (8/8) mengunjungi Pasir Mulya Kecamatan Ciomas Kota Bogor, Pasir Mukti Citeureup Kabupaten Bogor, dan Cianten, Kabupaten Bogor, sebagai salah satu bagian dari lokasi pelaksanaan IPB Go Field 2009.
IPB Go Field pada prinsipnya adalah sebagai bentuk pembelajaran dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup bersama dan bekerjasama dengan masyarakat. IPB Go Field merupakan kegiatan non SKS yang diikuti oleh mahasiswa yang telah menyelesaikan semester 4, dan bersifat sukarela, serta diperuntukkan bagi mahasiswa program S1.
"Perkembangan gaya hidup yang ditandai dengan masuknya berbagai simbol kemajuan teknologi ke dalam negeri seperti HP dan mal membuat seorang anak semakin dimanjakan dengan "dunia baru". Hal ini membuat jarak dengan masyarakat semakin jauh,"ujar Rektor di sela kunjungan itu.
Karena itu, menurutnya, untuk menjawab berbagai persoalan dan kebutuhan yang dihadapi mahasiswa tersebut, mulai tahun 2009 IPB menggagas program "go field" (terjun ke lapangan). Melalui program "go field" tersebut diharapkan setiap partisipan dapat belajar langsung dari kehidupan masyarakat. Berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan diharapkan dapat dipecahkan. Peserta Go Field 2009 ini juga diharapkan bisa menularkan pengalamannya ini kepada adik kelasnnya, sehingga mereka termotivasi untuk mengikuti program ini di tahun berikutnya.
Menengkok Aktivitas Mahasiswa Go Field 2009
Di Lokasi pelaksanaan Para mahasiswa tersebut melakukan berbagai kegiatan, mulai dari membantu pembinaan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) kerjasama dengan P2SDM IPB, sebagaimana tampak di Pasir Mulya Kecamatan Ciomas, Kota Bogor, hingga pemikiran kreatif mahasiswa sendiri dalam membina masyarakat yang terlihat di Pasir Mukti Citeureup Kabupaten Bogor.
Semua itu dilakukan demi untuk memberdayakan masyarakat, dan mengamalkan ilmu yang selama ini didapatkan di bangku kuliah.
Seperti apa yang dilakukan tujuh orang mahasiswa di bawah komando Moliya Nurmalisa, di Pasir Mulya. Mereka mengembangkan tiga program yaitu, Pendidikan, Ekonomi dan Kesehatan.
PAUD Bina Mentari adalah salah satu sarana mereka dalam mengembangkan pendidikan di sana. Ditambah dengan kegiatan membina perpustakaan keliling bekerjasama dengan SMU Rimba. Setiap hari Sabtu bersama para siswa mereka berkeliling untuk memotivasi dan meningkatkan minat baca masyarakatnya.
Di bidang ekonomi, mereka membantu mengembangkan lembaga keuangan mikro. Lembaga ini memberikan bantuan modal bagi keluarga kecil atau usaha kecil menengah yang kekurangan modal. Bantuannya pun tidak besar, kisaran Rp 50 ribu – 100 ribuan. Hingga saat ini total dana yang dihimpun dari warga Pasir Mukti melalui lembaga ini sudah mencapai Rp1,5 juta rupiah. Bukan itu saja, beberapa warga yang tidak bisa membayar listrik juga dapat tertolong dengan adanya lembaga ini.
Di bidang kesehatan mereka mengembangkan Pos Bina Lansia. Pos ini fungsinya adalah melayani warga yang sudah lanjut usia. Kegiatannya mencakup pemeriksaan kadar gula, tensi darah, dan lain sebagainya. Warga membayarnya dengan biaya terjangkau sekitar 2000 rupiah saja.
Di bidang pertanian, mereka mendampingi warga dalam mengelola agribisnis, mulai dari beternak lele, usaha jamur tiram, menanam singkong dan sebagainya.
Lain cerita dengan mahasiswa Go Field di Pasir Mukti Citeureup. Mereka di sini harus berusaha kreatif dalam membina masyarakatnya.
Koordinator, Lovrey Devter bersama 8 orang rekannya berusaha mensosialisaikan dan memberikan ilmu kepada masyarakat. Diantaranya ada dua hal yaitu, pelatihan pembuatan kompos dan pembuatan dodol dari ubi.
"Kebanyakan dari masyarkat di sini memiliki mata pencaharian sebagai pengrajin dari seng. Seperti membuat kompor, loyang serta peralatan dapur lainnya. Namun, disayangkan masyarakatnya masih mengerjakannya sendiri-sendiri. Maka dari itu kita disini akan berusaha untuk membentuk sebuah paguyuban, sehingga mata pencaharian mereka akan semakin kuat, dan pendapatannya terus meningkat," ujar Lovery saat menerima kunjungan Rektor IPB ke wilayahnya.
Untuk para pemuda pemudi mereka memberikan konsultasi dan memposisikan diri sebagai fasilitator dalam membuat proposal.
Tidak sia-sia apa yang dilakukan mereka, tanggapan masyarakat pun beragam, dan kebanyakan cukup memuaskan. Buktinya, Kades Pasir Mukti, Dadi Supriadi mengatakan, mahasiswa yang melakukan kegiatan Go Field 2009 ini cukup bersemangat berbeda dengan mahasiswa yang melakukan kegiatan KKN yang sarat dengan data-data dan hasil laporan.
Ditanya tentang alasan dan pengalaman selama melakukan Go Field, beberapa mahasiswa memiliki pendapat yang sama, yaitu untuk mengisi liburan, dan memberikan pengalaman yang menyenangkan. "Nggak nyesel deh ikut Go Field," kata mereka. (man)
