RAMP-IPB Gelar I-STEP 2009

RAMP-IPB Gelar I-STEP 2009

Berita

Sebanyak 50 orang mahasiswa terpilih dari 30 perguruan tinggi di Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi mengikuti Intensive – Student Technopreneurship Program 2009 (I-STEP 2009). Acara yang berlangsung selama dua minggu, yakni mulai 28 Juli-15 Agustus 2009 ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof.Dr. Yonny Koesmaryono, Rabu (29/7). 

I-STEP yang diselenggarakan oleh Recognition and Mentoring Program (RAMP) IPB ini merupakan yang keempat kalinya digelar. Menurut Ketua Panitia, Dr. Ono Suparno, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap mental technopreneurship bagi mahasiswa atau lulusan baru. 

“Dalam program ini mahasiswa akan diberikan pelatihan yang terstruktur dan mendalam untuk membantu peserta. Mulai dari membangkitkan dan memformulasikan ide-ide, mengembangkan teknologi menjadi produk, memproteksi hasil temuan, membentuk bisnis, memasarkan, mengelola pembiayaan dan keuangan, serta memperluas dampaknya bagi masyarakat atau pasar. Program ini melibatkan berbagai pakar dan praktisi yang berpengalaman di bidangnya,” papar Dr. Ono. 

Pada acara pembukaan yang mengambil tempat di IPB International Convention Center (IICC) ini, peserta langsung mendapatkan bekal pengalaman dari para technopreneur yang sukses. Mereka adalah Elwin Adririanto (CEO Mobee Indonesia), Dr. (HC) Martha Tilaar (Chairman, CEO, dan pendiri Martha Tilaar Group), Djajusman Hadi, S.Sos, MAB (Penemu Kincir Air Kaki Angsa), dan Dr. Didiek H. Goenadi (Ketua Asosiasi Inventor Indonesia). 

Sementara itu, Direktur RAMP-IPB Dr. Aji Hermawan dalam sambutannya mengatakan, saat ini ada yang hilang dari wiraswastawan kita, yakni inovasi. Padahal, bisnis bisa dikatakan sukses jika senantiasa melakukan inovasi. Karenanya, kata Dr. Aji, melalui I-STEP ini, menjadi kontribusi RAMP-IPB bagi bangsa untuk menjadikan mahasiswa yang bermanfaat dan dapat dibanggakan.

Prof. Yonny menyampaikan apresiasinya terhadap RAMP-IPB, seraya menyatakan pesan kepada para peserta I-STEP agar menjadi Job Creator bukan Job Seeker. “Apapun yang kita lakukan, harus bisa mensejahterakan rakyat. Karena kalau sekadar mengurangi jumlah pengangguran, relatif mudah dilakukan. Tetapi apakah kemudian mereka bisa sejahtera dengan pekerjaannya, jika upah yang mereka terima tidak sesuai dengan UMR (Upah Minimum Regional, red),” tandas Prof. Yonny. (nm)