Dr. Usman Ahmad Imbau Penyuluh Ajak Petani Dengan Contoh Nyata

Dr. Usman Ahmad Imbau Penyuluh Ajak Petani Dengan Contoh Nyata

Berita

Mengajak petani untuk mau menggunakan teknologi terbaru, harus menggunakan seni. Hal ini dikarenakan tidak semua petani berpikiran modern, dimana mereka mau mencoba teknologi baru yang ditawarkan.

“Ada juga petani yang apatis. Karenanya, ketika kita memberi penyuluhan, harus disertai contoh nyata. Misalnya saja saat  mengembangkan sayur atau padi organik. Kita perlihatkan pada mereka, cara mengolah dari awal hingga pemasarannya,” Sekretaris Pusat Pengembangan Ilmu Teknik untuk Pertanian Tropika (CREATA) IPB, Dr.Ir. Usman Ahmad, M.Agr., mengatakan hal itu pada Dialog Sore RRI, Selasa (21/7).

Lebih lanjut Dr. Usman mengatakan, saat ini mekanisasi pertanian baru berjalan di sektor perkebunan. Karenanya agar mekanisasi ini bisa berada di semua lini, perlu adanya rekayasa kelembagaan. Misalnya saja, koperasi kembali dihidupkan.

 

“Melalui koperasi, pengelolaan lahan-lahan kecil bisa dilakukan bersama dan mekanisasi bisa diterapkan. Pasalnya, untuk dapat memiliki sebuah traktor misalnya, seorang petani diharuskan punya lahan minimal 0,5 hektar,” imbuh Dr. Usman.

 

Dalam dialog interaktif melalui telepon, Sutan Bandaro, seorang pendengar dari kawasan Bogor Tengah menceritakan mengapa ia yang dari Padang Sumatera Barat harus merantau ke Bogor. Menurutnya, hal ini dikarenakan daerahnya berupa perbukitan, sehingga sulit baginya untuk bertani.

 

Dr. Usman berkomentar, untuk struktur tanah yang perbukitan, pengelolaan lahan bisa dilakukan dengan sistem terasering. Hanya saja diakuinya, mekanisasi sulit masuk pada wilayah ini. Kecuali mekanisasi untuk pasca panen.

 

Pada bagian lain Dr. Usman mengatakan, pengembangan infrastruktur pedesaan perlu dibenahi. “Buat infrastruktur yang lengkap, sehingga masyarakat tidak harus ke luar kota,” imbuhnya. (nm)