Berbincang Bersama Tim Teknologi Pangan IPB di RRI Bogor
Karena prestasinya, tim Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB yang berhasil menjadi juara ke 3 pada ajang Kompetisi Inovasi Pangan Tingkat Dunia ternyata menjadi perhatian masyarakat luas. Mereka diundang ke RRI Bogor untuk membagikan pengalamannya itu (14/7).
Tim yang beranggotakan lima orang itu, hanya dihadiri oleh Riza Aris Apriady dan Kamalita Pertiwi, sementara yang lainnya, Galih Nugroho, Ari Try Purbayanto, dan Catherine Haryasyah berhalangan hadir karena kesibukan kuliah.
Di dalam studio mereka di pandu oleh penyiar yang juga wartawan senior Bogor, Muchlis Abdillah.
Mereka memaparkan tentang timnya yang mengusung inovasi produk tentang pembuatan mie jagung instant dengan fortifikasi berbagai zat gizi mikro. Produk ini diciptakan untuk menyelesaikan persoalan kekurangan zat gizi mikro terutama bagi ibu hamil di wilayah Asia Tenggara.
Selain itu, Kamalita menceritakan, bahwa kompetisi tersebut diikuti oleh 16 tim dari berbagai Negara dunia seperti Cina, Italia, Afrika Selatan, Belanda, Lebanon, dan lain sebagainya.
Pemenang pertama ialah mahasiswa Master (S2) dari Universitas Wageningen, Belanda yang mengusung judul Sormite (bubur sorgum dan serangga). Kemudian juara kedua ialah mahasiswa dari Universitas Pretoria, Afrika Selatan yang membawa produk makanan pendamping ASI dari labu. Kegiatannya sendiri diselenggarakan oleh perkumpulan ahli teknologi pangan dunia di Anaheim, California, Amerika Serikat awal Juni 2009 lalu.
Setelah memaparkan inovasi dan pengalamannya pada kompetisi tersebut. Penyiar meluangkan waktu untuk memberikan kesempatan kepada pendengar RRI untuk menanggapi atau bertanya kepada dua orang mahasiswa tersebut.
Sebanyak tujuh orang pendengar menanggapi pemaparan mereka. Secara garis besar pendengar mempertanyakan tentang prosedur pembuatan mie kering apakah sudah disosialisaikan kepada masyarakat atau belum, kemudian apakah bahan bakunya bisa terbuat dari singkong mengingat melimpahnya bahan tersebut di Indonesia dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.
Di akhir siaran Kamalita mewakili teman-temannya mengharapkan, penelitian yang selama ini telah dilakukannya bersama ini, bisa dilanjutkan oleh adik-adik kelasnya, sehingga produk mie jagung bisa ada di pasar dan peruntukannya bagi ibu hamil. (man)
