Rektor IPB Berkunjung Ke Republika

Rektor IPB Berkunjung Ke Republika

Berita

Rektor IPB, Prof.Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc beserta jajarannya berkunjung ke salah satu media massa nasional terkemuka di Indonesia, Republika. Kunjungan tersebut berlangsung Kamis, (25/6) di Kantor Harian Umum Republika, Jakarta.

Pejabat yang menyertai Rektor adalah, Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama Dr.Ir. Anas Miftah Fauzi, M.Eng. , Wakil Rektor Bidang Bisnis dan Komunikasi Dr.Ir. Arif Imam Suroso, M.Sc.CS, Dekan FATETA Dr. Sam Herodian, Dekan FEMA Prof.Dr.Ir. Hardinsyah, MS, Wakil Dekan Pascasarjana Dr.Ir. Dedi Jusadi, M.Sc, Sekretaris Eksekutif, Dr. Ir. Aceng Hidayat, MT., Wakil Dekan FEM Dr. Ir. Eka Intan Kumala Putri, M.S, dan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Ir. Henny Windarti, M.Si.

Dalam kunjungan tersebut rektor memaparkan maksud kunjungan pada hari itu adalah dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan memperluas kerjasama.

"Banyak Persoalan bangsa yang harus diselesaikan. Tujuan kami yang terpenting adalah mencoba memperluas dan mempereat kerjasama, sehingga membantu menyuarakan perspektif baru pertanian yang berkeadilan, berkedaulatan dan berkelanjutan. Sehingga persoalan bangsa mengenai kemiskinan, lapangan kerja, lingkungan hidup, energi, pembangunan daerah dan sebagainya dapat terselesaikan," ujar rektor IPB.

Rektor IPB mengkhawatirkan minimnya minat pemuda terhadap bidang pertanian. Hal ini terbukti dengan ditutupnya jurusan pertanian di beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Meskipun ini tidak terjadi di IPB, namun dampaknya akan terasa terhadap perkembangan pertanian ke depan. Turunya minat terhadap pertanian ini menyebabkan minimnya para pelaku bisnisnya.

"IPB mencoba mengatasi hal itu dengan membuka jalur masuk IPB yang diberi nama Ujian Talenta Mandiri (UTM). Jalur ini bertujuan untuk menjaring calon mahasiswa yang memiliki kelebihan atau talenta dalam bidang wirausaha, kepemimpinan dan cinta terhadap pertanian. Diharapkan dengan adanya jalur ini terdapat 10% dari jumlah mahasiswa memiliki talenta itu," ujarnya.

Rektor juga melontarkan ide kepada pemerintah untuk melindungi beberapa komoditas pertanian. Hal ini untuk melindungi petani guna meningkatkan pendapatan para pelaku pertanian dan menciptakan lapangan kerja di Indonesia.

Rektor juga mengatakan kesiapannya mengatasai persoalan tersebut, yaitu dengan menawarkan hasil – hasil riset aplikatif dan benih-benih unggul hasil penelitian. Diantara bibit unggul yang ditawarkan adalah, pepaya, nenas, manggis, pisang, cabai, melon dan yang lainnya.

"Negara semaju Jepang dan USA pun berani memprotek hasil pertaniannya, di Indonesia hal seperti ini belum terjadi," ujarnya. (man)