Rektor Berterimakasih Pada Desa Babakan
Rektor IPB, Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., secara khusus mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf kepada warga Desa Babakan yang telah menerima ribuan mahasiswa IPB untuk tinggal di desa ini, baik yang kos maupun ngontrak rumah. Tidak hanya itu, para mahasiswa yang sekadar lalu lalang di desa ini pun menjadi sorotan Rektor.
“Mohon maaf jika ada mahasiswa yang tindakannya kurang patut. Kami menyambut baik adanya Perdes (Peraturan Desa, red) yang dimaksudkan sebagai upaya pencegahan tindakan asusila. Tegakkan aturan yang berlaku di desa ini. Kami tidak ada kepentingan untuk melindungi mereka yang melanggar tata tertib” tegas Rektor dalam sambutannya pada Jumat Keliling LPPM IPB di Desa Babakan Kec. Dramaga, Jumat (5/6).
Sebelumnya, Ketua BPD Babakan, Ir.H. Abidin Said menuturkan, Desa Babakan telah menerbitkan Perdes Penyakit Masyarakat (Pekat) yaitu Peraturan Desa mengenai Penyakit Masyarakat, seperti judi, minuman keras dan pornografi. Hal ini dibuat seiring perkembangan modernisasi yang terlampau cepat dialami Desa Babakan, terkait berdirinya kampus IPB di desa ini.
Dalam sessi dialog, sejumlah warga mengajukan ragam keinginan dan pertanyaan. Diantaranya dari Ketua Paguyuban Kios Mitra IPB, yang menginginkan adanya penyuluhan dari IPB terkait jajanan yang sehat. Ia ingin penyuluhan dilakukan secara terus-menerus.
Sementara Acep, warga RT.4 RW.1 mengeluhkan banyaknya bangkai kucing yang dibuang oleh mahasiswa IPB di lingkungannya. “Dari kabar yang saya dengar, kucing-kucing itu bekas penelitian mereka di kampus,” ujarnya.
Menyikapi hal pertama, Rektor mengatakan penyuluhan akan dilakukan oleh SEAFAST Center atau Pusat Pengembangan Ilmu Teknologi Pertanian dan Pangan Asia Tenggara. “Seafast bisa mengajak para pedagang untuk ikut pelatihan. Namun tentu saja terlebih dulu harus diawali dengan keinginan yang kuat dari para pedagang untuk menjajakan penganan yang sehat,” urai Rektor.
Pada Acep, Rektor menjelaskan, membuang hewan kucing bekas penelitian secara sembarangan bukanlah prosedur standar. “Ada prosedur menangani hewan percobaan. Karena ini menyangkut kesejahteraan hewan. Dengan kata lain, ada kode etik meneliti terkait hewan. Karenanya yang membuang sembarangan itu, bisa dikatakan oknum mahasiswa yang tidak tahu aturan,” papar Rektor.
Mendampingi Rektor, Wakil Kepala LPPM Bidang Pengabdian kepada Masyarakat Dr.Ir. Prastowo, M.Eng. Turut hadir Koordinator Jumling Dr. Saharudin, Dr.drh. Koekoeh Santoso, dan Prof.Dr. Clara M Kusharto dari Pokja Kampus Sehat – Beriman (KS-Beriman).
Hadir pula perwakilan Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia (IKK – FEMA) IPB, Ir. Melly Latifah, M.Si., dan dr. Mira Dewi, M.Si dari Departemen Gizi Masyarakat (GM) FEMA IPB. Sementara dari Sekretaris Eksekutif hadir Kabid Humas Ir. Henny Windarti, M.Si., dan dari Unit Keamanan Kampus (UKK) IPB, Sutopo.
Jumling LPPM di Desa Babakan ini disambut gembira warga setempat. Seperti dituturkan Kepala Desa Babakan Yayat Supriatna, yang mengaku bangga bisa bertatap muka dengan Rektor IPB dan pimpinan lainnya. Bahkan menurut Ketua BPD Babakan, berkunjungnya pejabat IPB ke desa ini merupakan yang pertama kalinya dalam “sejarah desa”. (nm)
