IPB Dukung Transportasi BBG

IPB Dukung Transportasi BBG

Berita

Rencana pemerintah untuk mengkonversi bahan bakar minyak (BBM) pada transportasi umum ke bahan bakar gas (BBG), dan menjadikan Kota Bogor sebagai Pilot Project-nya mendapat dukungan dari IPB. Dukungan ini disampaikan Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB, Dr.Ir. Anas Miftah Fauzi, M.Eng., saat menjadi narasumber acara Sambung Rasa bertajuk “Penggunaan Bahan Bakar Ramah Lingkungan” di Studio RRI Bogor Jln. Pangrango No. 34, Minggu (23/5). 

“Bahan bakar gas menjadi salah satu alternatif yang murah, bersih dan efisien. Untuk memulainya,  pemerintah harus terlebih dahulu belajar dari konversi minyak tanah ke gas yang diberlakukan beberapa waktu lalu. Misalnya saja dalam standarisasi tabung,” ujar Dr. Anas. 

Terkait dengan kompetensi IPB sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan teknologi, Dr. Anas mengatakan, IPB memiliki pusat studi dan departemen yang khusus mengkaji bioenergi. Hanya saja, saat ini hasil penelitian masih sebatas untuk sektor pertanian. “Untuk transportasi masih dilakukan riset lebih lanjut,” imbuhnya. 

Pernyataan Dr. Anas ini sekaligus merespon komentar dari seorang pendengar dari Jawa Timur dalam dialog interaktif melalui telepon yang menyatakan dukungannya pada perguruan tinggi yang mempelopori penelitian yang sifatnya menguntungkan bagi masyarakat luas. “Perguruan tinggi kan punya banyak mahasiswa yang pintar,” imbuhnya. 

Turut sebagai narasumber adalah Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Bogor, Suharto, dan Pengamat Lingkungan Dr.H. Radjab Tampubolon, dengan moderator presenter RRI H. Mukhlis Abdilla. 

Suharto sebelumnya mengatakan Kota Bogor ditunjuk sebagai pilot project penataan transportasi oleh Departemen Perhubungan RI. Untuk ini, pada tahap awal program BBG akan diujicobakan pada 1.000 unit angkot. 

“BBG dipilih, karena selain ramah lingkungan juga harganya lebih murah dari bensin. Kalau sekarang harga bensin Rp 4.500 per liter, BBG hanya Rp 3.000. Terkait rencana ini, akan segera dibangun 2 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas atau SPBG, yaitu di Jln. Pajajaran dan Sukasari,” papar Suharto. (nm)