Dengan Dukungan Para Pakar, Situ Gede Siap Jadi Etalase IPB
Forum Jumat Keliling (Jumling) LPPM IPB pada Jumat (15/5) sepakat untuk menjadikan Kelurahan Situ Gede Kec. Bogor Barat sebagai etalase IPB, Jumat (15/5). Kesepakatan ini diambil setelah forum menilai potensi yang dimiliki daerah ini sangat sesuai dengan karakteristik IPB yang fokus pada pertanian.
“Sebagai pintu masuk menuju kampus IPB Darmaga, Situ Gede memiliki banyak produk pertanian yang didukung dengan kearifan lokal. Ke depan ditambah sentuhan teknologi dari IPB, menjadi keterpaduan masyarakat dan kampus,” ujar Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama Dr.Ir. Anas Miftah Fauzi, M.Eng., saat memberi sambutan.
Dukungan untuk menjadikan Kel. Situ Gede sebagai etalase IPB datang dari para pakar IPB yang hadir saat itu, diantaranya adalah Wakil Kepala LPPM Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat Dr.Ir. Prastowo, M.Eng., Ketua Departemen Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB Dr.Ir. Odang Carman M.Sc., Kepala P4W IPB Dr.Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr., Ketua Departemen Arsitektur Lanskap Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, MS., dan Ketua Komisi Penelitian dan Pengembangan Departemen Agronomi dan Hortikultura (AGH) Fakultas Pertanian IPB Dr.Ir. Darda Efendi M.Si. Hal senada dikemukakan oleh Staf Pengajar Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB Dr.Ir. Euis Sunarti M.Si., dan Staf Pengajar Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB Dr.Ir. Widodo.
Para pakar dari berbagai bidang keahlian ini siap urun rembug untuk mewujudkan Situ Gede sebagai etalase IPB. Mulai dari tata ruang, tata kelola situ, tata kelola pertanian hingga meningkatkan kualitas dodol talas yang merupakan produk khas Situ Gede.
Kabar mengejutkan justru datang dari Ketua Kelompok Tani Harapan Mekar yang menuturkan bahwa saat ini petani setempat tengah dirisaukan dengan adanya kabar akan ada pembebasan lahan dari pengembang untuk dijadikan perumahan.
Mendengar hal tersebut, Prof. Hadi Susilo Arifin meminta para petani untuk menjaga komitmen mereka sebagai petani. “Petani jangan mau dibujuk oleh mereka,” tegas Prof. Hadi. Sementara Dr.Darda Efendi memberi solusi, petani harus mendapat nilai tambah dari produksi pertanian, sehingga petani tidak tertarik oleh ajakan pengembang.
Pada acara yang diawali dengan pemberian santunan kepada 30 anak yatim ini juga diisi dengan sambutan Lurah Situ Gede Agus Supriatin, SE. Dalam sambutan singkatnya Agus mengatakan banyak program yang sudah masuk Situ Gede, baik dari pemerintah, swasta maupun IPB sendiri. Namun ada yang belum tersentuh, yakni pengolahan sampah rumah tangga. “Truk sampah dari Pemerintah Kota Bogor tidak masuk ke Situ Gede, sehingga masyarakat membuang sampah di halaman rumah masing-masing. Sebagai daerah pertanian, kami ingin sampah-sampah yang ada ini bisa menjadi kompos. Karenanya kami berharap IPB memberikan teknologi cara mengolah sampah,” papar Lurah Agus yang diamini Dr. Anas.
Rangkaian kegiatan Jumling LPPM kali ini ditutup dengan penebaran 15.000 benih ikan di Situ Gede oleh Dr. Anas. Benih ikan terdiri dari 10.000 ekor benih ikan patin, 4.000 ekor benih ikan tawes dan 1.000 benih ikan tambakan. (nm)
