Workshop Kelompok Kerja Protokol Manajemen Krisis Pangan, Pembangunan Pedesaan dan Pertanian IPB

Workshop Kelompok Kerja Protokol Manajemen Krisis Pangan, Pembangunan Pedesaan dan Pertanian IPB

Berita

Pada tahun 2009 ini dampak krisis ekonomi global kian dirasakan masyarakat Indonesia . Masyarakat pedesaan dan pertanian paling merasakan beratnya dampak ini. Dalam rangka membantu memecahkan masalah bangsa akibat krisis ekonomi global, IPB membentuk Working Group Crisis Management Protocol for Food, Agriculture and Rural Development (CMP-FARD) atau Kelompok Kerja Protokol Manajemen Krisis Pangan, Pembangunan Pedesaan dan Pertanian di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB.

Working group yang diketuai Dr.Ir. Lala M. Kolopaking, MS ini terdiri dari: Dr.Ir. Aceng Hidayat, MT, Dr.Ir. Dwi Andreas Santoso, MS , Dr.Ir. Eka Intan Kumala Puteri, MS, Prof.Dr.Ir.Eriyatno, MSAE, Dr.Ir. Hari Wijayanto, MS, Prof.Dr. Ir. Kadarwan Soewardi, Prof.Dr. Ir. Kudang Boro Seminar, MSc, Prof.Dr.Ir. Marimin, MSc, Dr.Ir. Prastowo, MEng, Dr.Ir. Purwiyatno Hariyadi, MSc, Prof.Dr Ir. Ronny Rachman Noor, MRur.Sc dan Dr. Ir.Rizaldi Boer, MS.

Working group ini diharapkan dapat menghasilkan dan menyumbangkan pemikirannya berupa langkah taktis operasional berupa Crisis Management Protocol dalam mengantisipasi dan mengatasi krisis pangan, energi, lingkungan dan kemiskinan. Di samping itu juga diharapkan mampu menguatkan dan mengembangkan jejaring kerjasama multi pihak dalam kerangka perumusan manajemen krisis di aras nasional dan internasional. Lima tema pembahasan working group ini meliputi: Pertama, penanganan pengangguran dan ketenagakerjaan; Kedua, pengembangan keuangan mikro untuk pertanian dan perdesaan; Ketiga, tata kelola dan manajemen ketahanan pangan; Keempat, pengembangan inisiatif lokal di dalam adaptasi perubahan iklim global; dan Kelima, advokasi kebijakan .

Hasil keluaran working group ini berupa working paper, policy paper dan scientific paper. Working group ini juga akan melakukan advokasi kebijakan melalui kerjasama multi pihak termasuk menjalin kerjasama dengan media massa baik cetak, televisi maupun radio. Periode kerja working group ini selama satu tahun yakni Januari-Desember 2009, dan dapat diperpanjang apabila diperlukan.

Kelompok kerja ini telah menyelenggarakan workshop yang pertama pada Kamis (26/3) di Ruang Sidang SEAFAST CENTER Kampus IPB Darmaga. Dalam kesempatan itu Rektor IPB Dr. Ir. Herry Suhardiyanto menyambut baik diadakannya workshop tersebut. Rektor IPB mengharapkan dalam waktu dekat working group ini sudah dapat mengasilkan Crisis Management Protocol yang sangat diperlukan bangsa dan hasilnya akan disampaikan kepada para pengambil keputusan.

Selain Rektor, workshop tersebut dihadiri pula oleh Wakil Rektor bidang Riset dan Kerjasama, Dr. Ir. Anas Miftah Fauzi, MEng dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono, Wakil Kepala LPPM bidang Penelitian Prof. Dr. Ir. Ronny Rachman Noor MRur.Sc. Ketua, Dr. Lala Kolopaking dan para anggota working group.

Pada acara ini disampaikan hasil kerja working group diantaranya: Identifikasi Faktor dan Parameter Krisis oleh Prof. Dr. Eriyatno; Dampak Krisis Ekonomi terhadap Degradasi Lingkungan dengan Fokus Studi Perdagangan Karbon oleh Dr. Ir. Rizaldi Boer; Pengembangan Protocol Penyelamatan dan Penanggulangan Krisis Pangan dan Gizi oleh Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi; serta Simulasi Skenario Krisis Pangan, Energi, Lingkungan dan Kemiskinan yang akan dapat dijadikan early warning system oleh Prof. Kudang Boro Seminar. Disampaikan pula masukan untuk IPB agar meng-update atau memperbarui hasil-hasil kajian atau informasi berkenaan pandangan mengenai krisis-krisis pembangunan. Dalam acara penutupan Rektor berharap dalam waktu dekat hasil dari working group ini sudah dapat diluncurkan di tingkat nasional sebagai sumbangan nyata dan kepedulian IPB dalam membantu memecahkan permasalan bangsa. Salah satu hasil working group yang akan dikeluarkan dalam waktu dekat  berupa sistem jaringan pengaman pembangunan pertanian dan pedesaan. (ris)