Pemda Bintuni Gandeng IPB Kembangkan Kampung Terpadu

Pemda Bintuni Gandeng IPB Kembangkan Kampung Terpadu

Berita

Institut Pertanian Bogor bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni Papua menggelar Pelatihan Perencanaan Program padat Karya Partisipatif Angkatan I  yang diselenggarakan 13-16 April 2009 di Kampus IPB Darmaga. Pelatihan angkatan pertama diikuti 8 peserta. Pelatihan angkatan kedua akan diikuti 6 peserta.

 

 

 

Kerjasama yang dijalin antara IPB dan Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni Papua ini berawal dari kerjasama  IPB dengan BP Tangguh di wilayah tersebut.  “Tahun 2006 BP Tangguh bekerjasama dengan IPB mengembangkan program community development untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Teluk Bintuni. Program ini fokus pada sektor pertanian dalam arti luas ,” ujar salah satu anggota tim, Dr. Ir. Sulistiono, M.Sc. Tim IPB-Papua yang diketuai Prof.Dr.Ir. Hardinsyah ini terdiri dari Dr Ir Sulistiono, M.Sc, Dr Ir Asnath Maria Fuah, MS, Dr Titik Sumarti, Dr Ir Syaiful Anwar, M.Sc, dan Dr.Ir. Winarso dan Dr. Widodo, MS.

 

 

Selanjutnya, karena dinilai berhasil, pada tahun 2008, Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni menggandeng IPB untuk mengembangkan potensi pertanian khususnya sektor  perikanan, kehutanan, peternakan dan pengembangan masyarakat di sana.  Kabupaten Bintuni mempunyai potensi sumberdaya alam yang kaya baik renewable dan non renewable. Renewable seperti perikanan (kepiting, ikan, lobster, moluska dsb), hutan dan laut. Kekayaan non renewable pun amat kaya seperti tambang gas, batubara dan sebagainya.

 

 

“Salah satu program unggulan pemda Teluk Bintuni adalah Kampung Terpadu berupa  kegiatan padat karya partisipatif sebagai satuan kerja pemerintah daerah dari 11 instansi atau berbagai dinas yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaannya,” kata Dr.Sulistiono. Konsep Kampung Terpadu ini  mengadopsi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Hanya saja berbeda dalam pelaksanaan dan programnya. “Kampung Terpadu dilaksanakan di 6 distrik atau kecamatan di Kabupaten Teluk Bintuni,”  ujar Ketua rombongan pelatihan Imam Yuliaswono didampingi  peserta lain Mys Kadmaerubun. Aparat pemerintah daerah akan terjun langsung melakukan pendampingan masyarakat untuk mensukseskan program tersebut.  

 

 

“Oleh karena itu Pemda Bintuni meminta IPB memberikan pelatihan yang bertujuan  memperkuat kemampuan aparat pemda, khususnya kapasitas staf Badan Pemberdayaan Masyarakat, di dalam memberikan pelatihan merencanakan, melaksanakan, dan memantau kegiatan padat karya partisipatif nantinya,” jelas Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan, Dr.Titik Sumarti.

 

 

Materi pelatihan yang diberikan mencakup teknik pemetaan sosial, perencanaan program, perencanaan dan pengelolaan pembiayaan proyek, monitoring dan evaluasi, serta strategi pendampingan pelaksanaan padat karya. Sedangkan pengisi materi antara lain Dr.Titik Sumarti, Dr. Sarwititi  dan  Dr. Djuara P.Lubis dari Departemen Komunikasi Pembangunan Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB,  serta Ir.Netty Tinaprila dari Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB. (ris)