KS Beriman Mandiri, Menuju Kampus Sehat 2010
Sudah saatnya warga IPB, yang terdiri dari pegawai, dosen dan mahasiswa bisa menilai dirinya serta lingkungannya apakah layak dikatakan bersih, indah dan nyaman atau tidak, sehingga tak harus dipantau dan diperhatikan lagi oleh tim kebersihan Pokja KS Beriman. Meskipun untuk menuju ke sana, Tim KS Beriman tidak sepenuhnya lepas tanggung jawab terhadap masalah kebersihan di kampus ini. Tim ini tetap akan memantau dengan silent assesment.
Memang, jika target pada 2010 ini IPB ingin menuju kampus sehat 2010, maka mau tidak mau KS Beriman harus mandiri. Ini berarti, setiap unit menilai dirinya sendiri apakah layak dikatakan berprestasi di bidang kebersihan atau malah buruk. “Nantinya, semua unit akan mengurus dirinya sendiri, sehingga akan masuk ke tahapan mandiri. Jika hal ini tidak terealisasi maka akan sulit mencapai kampus sehat pada tahun 2010. Dalam satu tahun ini kita akan melihat self assesment ini, dan di akhir tahun akan kita pertanyakan lagi statusnya menjadi seperti apa,” ujar Ketua Tim Pokja KS Beriman, Prof. Dr. Ir. Clara M Koesharto, M.Sc.
Prof. Clara menjelaskan, KS Beriman sudah cukup lama berkiprah dalam membenahi kebersihan di kampus ini. Tiga estafet kepemimpinan yakni sejak tahun 2000 saat Prof. Aman Wirakartakusumah menjabat sebagai Rektor hingga tahun 2003, saat Prof. Ansori Mattjik, dan tahun 2008 dengan Rektor baru Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc. “Ini merupakan perjalanan panjang dalam mewujudkan suatu kesadaran dan mengubah pola pikir terhadap kebersihan di kampus. Seharusnya setelah 8 tahun sudah sadar akan pentingnya kebersihan diri maupun lingkungan di sekitarnya. Sudah saatnya untuk dievalusasi sendiri, ” tandas Prof Clara. Harapannya, pada tahun 2010 IPB menjadi kampus sehat, bahkan menjadi pioneer kampus sehat di Indonesia.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Pengembangan, Prof.Dr.Ir.Hermanto Siregar, M.Ec, menambahkan, dalam mewujudkan kampus sehat indah dan nyaman di kampus, bukanlah persoalan mudah, apalagi dengan keluar masuknya mahasiswa pada tiap tahun. “Dengan adanya KS Beriman ini aturan dapat ditegakkan dan diharapakan adanya perubahan sikap dan perilaku dari tiap individu terutama mahasiswa yang selalu berubah tiap tahunnya. Berkaca pada negara Singapura, negaranya bersih karena mereka menegakkan aturan dan ada sanksi bagi si pelanggar. Di sini kebanyakan hanya himbauan saja,” ujar Wakil Rektor.
Menurutnya, fasilitas seperti tempat sampah dan toilet merupakan hal-hal dasar yang diupayakan tersedia dari waktu ke waktu. Karena hal ini merupakan faktor pendukung dalam mewujudkan lingkungan yang bersih. Selain fasilitas, dana pun merupakan faktor pendukung yang sangat mempengaruhi. ”Contohnya dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada sivitasnya di Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia mereka membuat toilet sehat. Dan tentu ada resources yang harus dikeluarkan,” ujarnya. Meskipun ada pengeluaran, setelah di evaluasi ternyata Departemen Gizi mendapatkan surplus dari toilet sehat ini. Ini merupakan prestasi yang tidak ada salahnya untuk ditiru oleh unit lain. (man)
