IPB Berhasil meraih Juara II dalam Lomba Inovasi Teknologi (LINTEK) BMG
Lomba Inovasi Teknologi (LINTEK) BMKG dengan tema Pembuatan Prototipe Penakar Hujan Berbasis Mikrokontroler dalam memperingati Hari Meteorologi Dunia ke-59, Rabu (18/3) mencapai finalnya. Acara di buka oleh Sekretaris Utama BMKG, Dr. Andi Eka Sakya, M.Eng yang mewakili Kepala BMKG, Ir. Sri Woro B. Harijono, MSc dengan dihadiri Deputi Bidang Observasi, Drs. Tuwamin Mulyono; Pejabat Eselon II, III, & IV dan para undangan.
Dalam sambutannya, Andi Eka menyampaikan bahwa LINTEK BMKG bertujuan menjaring kreatifitas generasi muda Indonesia di bidang teknologi, dalam rangka mengembangkan rekayasa peralatan MKKUG dengan memanfaatkan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sehingga nantinya dapat dikembangkan menjadi sistem peralatan pengukur parameter meteorologi dan geofisika yang modern.
Sebelum sambutan, acara diawali dengan laporan ketua penyelenggara, Drs. Sugiyatno, Kepala Pusat Sistem Instrumentasi dan Kalibrasi. Dalam laporannya Sugiyatno menyampaikan, ajakan untuk mengikuti lomba inovasi teknologi 2009 dikirimkan kepada semua perguruan tinggi di Indonesia yang mempunyai fakultas teknik dan fakultas MIPA. LINTEK mendapat sambutan yang sangat baik dari kalangan perguruan tinggi, hal ini terbukti banyaknya proposal yang masuk, yakni 51 proposal.
Sugiyatno menambahkan pada 6 Februari 2009 telah diselenggarakan seleksi awal oleh para juri yang dipilih dari beberapa institusi yang mempunyai kompetensi tinggi dalam bidang inovasi teknologi guna menyeleksi semua proposal yang masuk untuk diambil 10 proposal terbaik. Kesepuluh proposal terbaik tersebut dibuat oleh: ITB Bandung; IPB Bogor; Universitas Al Azhar Jakarta; Universitas Brawijaya Malang; Universitas Binus Jakarta; UGM Yogyakarta; Universitas Hasanudin Makasar; UI Jakarta; Universitas A. Yani Bandung; dan Universitas Tarumanegara Jakarta.
Dalam final LINTEK ini, sepuluh Tim yang terpilih satu Tim dari ITB berhalangan hadir. Masing-masing dari Tim mempresentasikan hasil inovasinya dihadapan Dewan Juri dan para hadirin. Bertindak sebagai Dewan Juri adalah Agus Tri Sutanto, MT, Kepala Stasiun Geofisika Jakarta; Dr. Sastra W. Kusuma dari Departemen Fisika Fakultas MIPA UI; Agustinus Praba Drijarkara, M.Eng dari Pusat Penelitian KIM LIPI Puspitek Serpong; Ir. Bregas Budianto, Ass. Dipl. Dari Departemen Geofisika dan Meteorologi Fakultas MIPA IPB; dan Dr. Plato Martuani Siregar dari Program Studi Meteorologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB.
Setelah diskusi panjang dan alot dari Dewan Juri, ditetapkan sebagai Juara I dari UGM Yogyakarta (Fauzi Marjalih, Galian Kusuma dan Akbari Indra Basuki); Juara II dari IPB Bogor (Prasepvianto Estu Broto, Fabian Rinaldi dan Moh. Rosyid Mahmudi); dan Juara III dari Universitas Binus Jakarta (Aripin Iskandar, Federick dan Yudhi).
Ketiga mahasiswa dari team tersebut adalah Mahasiswa jurusan Fisika semester enam.Hasil ini tidak terlepas dari usaha mereka mengirimkan proposal pada babak penyisihan yang dilaksanakan bertepatan dengan libur semester IPB. Mereka rela meluangkan waktu liburan mereka untuk bergelut dengan proposal. Merancang dan merencanakan sebuah alat logger penakar curah hujan yang mandiri, simple, automatic, dan mudah di bawa kemana saja. Alat yang dibuat oleh ketiga mahasiswa fisika angkatan 43 bernama 2G Automatic Rain Gauge Logger Berbasis Mokrokontroler ATMEGA128.
