Dr. Ikeu Tanziha: “Cita-cita Kartini Sudah Tercapai”
Dialog Sore di RRI Bogor dengan tema “Hari Kartini” menjadi bahasan menarik dan mengundang para pendengar untuk interaktif melalui pesawat telepon, Selasa (21/4). Dari 4 orang penanya, 3 diantaranya adalah kaum adam. Dialog yang menghadirkan Dr. Ikeu Tanziha dari Program Studi Wanita- Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB dan aktivis perempuan Ny. Hj. Sofie Sarwono ini dipandu presenter dari RRI, Merry Mangunsong.
Dalam dialog pembukaan, kedua narasumber sepakat bahwa cita-cita Kartini saat ini sudah tercapai. “Dalam buku-bukunya, Kartini menulis, tolonglah kami, sekolahkan kami. Kami bersekolah bukan untuk menyaingi laki-laki, tapi agar kami lebih cakap dalam menjalankan kewajiban kami sebagi isteri. Dari sini, maka sebenarnya cita-cita Kartini sudah tercapai, yakni untuk menyekolahkan perempuan,” urai Dr. Ikeu. Dr. Ikeu menuturkan, pendidikan menjadi sangat penting bagi kaum perempuan. Karena sesungguhnya ketika seorang perempuan telah menjadi seorang ibu, maka ia akan menjadi sekolah yang utama bagi anak-anaknya kelak. Di tangan ibu pula kualitas generasi yang akan datang dipertaruhkan. Sementara Hj. Sofie menegaskan bahwa pendidikan harus dimulai dari gadis-gadis kecil kita. “Jangan sampai pendidikan baru diberikan ketika mereka sudah menikah. Dengan menikah, maka ia tidak hanya terikat oleh suami, tetapi juga mertua. Satu kasus, ketika sang mertua menginginkan cucu dari menantunya ini sebanyak 10 orang, maka sulit bagi si perempuan ini untuk menolak,” terang Hj. Sofie, aktivis perempuan kelahiran tahun 1922 ini. Dialog kemudian beralih pada kriteria sosok ibu yang ideal. Keduanya kembali sepakat, bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Hanya saja Dr. Ikeu menyebut bahwa sosok ibu yang dinilai bagus adalah ibu yang memiliki prinsip, hingga tidak bisa digoyang oleh apapun, baik digoyang oleh ekonomi, politik dan lain-lain. “Prinsip bisa diperoleh dari pendidikan, pengalaman, dan nilai-nilai luhur yang didapat dari agama,” tandas Dr. Ikeu. (nm)
