Presiden Yudhoyono Buka Agrinex Expo 2009

Presiden Yudhoyono Buka Agrinex Expo 2009

Berita

Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, Rabu (11/3) berkesempatan membuka Agrinex Expo 2009 bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) dengan didampingi Ibu Ani Yudhoyono, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi dan sejumlah pejabat lainnya. Kehadiran rombongan disambut oleh Rektor IPB Herry Suhardiyanto, Ketua Panitia Agrinex Expo 2009 Rifda Ammarina, Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Adi Sasono, dan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Erwin Aksa.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Yudhoyono, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh komponen bangsa sehingga pembangunan pertanian dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Tercapainya swasembada beras pada tahun 2008 adalah bukti nyata akan hal tersebut. Presiden Yudhoyono menandaskan bahwa sektor pertanian amat penting.

"Sektor pertanian adalah sektor yang menyerap tenaga kerja. Menjadi penting bagaimana para petani yang bekerja di sektor ini mendapatkan penghargaan yang pantas. Bagaimana Nilai Tukar Petani (NTP) bisa naik, " papar Presiden.

Dikatakan Presiden, krisis pangan yang melanda dunia mestinya menjadi pelajaran berharga bagi bangsa ini. Sebanyak 6,6 milyar penduduk dunia butuh makanan. Kondisi ini menuntut kita untuk benar-benar meningkatkan kemandirian pangan. Ketika dunia dilanda krisis pangan, bagaimana kita bisa tetap aman, bahkan kita bisa menjadi penyumbang penyediaan pangan dunia.

"Dalam pertemuan dengan beberapa Negara ASEAN, kita sepakat bagaimana membangun ketahanan pangan ASEAN. Indonesia harus menunjukkan bahwa kita bisa menyumbang peran bagi terwujudnya ASEAN food security, " jelas Presiden.

Terkait dengan penyelenggaraan Agrinex 2009, Presiden juga memberikan apresiasi kepada pihak penyelenggara atas perannya dalam menyumbangkan kegiatan yang penting dalam peningkatan agribisnis di negeri ini.

Hal senada disampaikan Menteri Pertanian Anton Apriyantono. "Pembangunan pertanian memerlukan pendekatan sistem agribisnis, dari subsektor hulu hingga subsektor hilir, termasuk di dalamnya aspek pemasaran, " jelas Mentan.

Menurut Mentan, aspek pemasaran sangat penting karena kegagalan pemasaran jelas akan berpengaruh pada aspek produksi. Promosi produk-produk pertanian, baik berupa hasil-hasil penelitian, temuan-temuan iptek maupun produk-produk kegiatan pertanian lainnya menemukan wadah yang tepat dengan digelarnya Agrinex Expo ini.

"Pameran atau promosi yang dilakukan secara sendiri-sendiri jelas akan menjadi beban biaya yang cukup tinggi, sehingga tidak efisien, sehingga promosi perlu dilakukan secara bersama-sama seperti momen Agrinex Expo ini, " papar Mentan. Lebih lanjut Mentan mengatakan, selain promosi, Agrinex juga diharapkan menjadi wadah edukasi tentang pentingnya kegiatan agribisnis, sehingga kegiatan seperti ini menurut Mentan perlu terus didorong agar produk-produk pertanian Indonesia dapat lebih dikenal di dalam maupun di luar negeri sehingga hal ini akan menggerakkan roda perekonomian nasional.(nUr)