Perempuan Perlu Dilibatkan dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Kemandirian Energi
Program Studi Wanita, Gender dan
Pembangunan, Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian
dan Pengabdian pada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (LPPM-IPB)
menyelenggarakan Lokakarya Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Mewujudkan
Kedaulatan Pangan dan Kemandirian Energi Berbasis Agroekosistem Pedesaan Senin
(22/12) di Kampus IPB Baranangsiang.
"Kondisi pekerja perempuan di
sektor pertanian memprihatinkan, seringkali tidak memperoleh upah, karena
dianggap sebagai pekerja keluarga. Akses perempuan terhadap informasi, sumber
daya ekonomi, dan peluang pasar masih rendah dibandingkan laki-laki. Padahal
peran perempuan di bidang pertanian dan pangan sangatlah menentukan," papar
Sfat Pengajar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB,
Dr.Ir.Ikeu Tanziha saat mempresentasikan makalah bertajuk ‘Kesetaraan dan
Keadilan Gender dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan Berbasis Agroekosistem
Pedesaan'.
Kondisi yang tidak beruntung bagi
perempuan petani atau pedesaan, karena adanya tekanan dari lembaga multilateral
yang menyebabkan pemerintah mendahulukan kepentingan pasar sebelum hak rakyat.
"Seperti pengembangan revolusi hijau
yang mensyaratkan pupuk dan pestisida serta dalam penentuan harga pangan
tidak sesuai biaya produksi." Oleh karena itu, kata Dr.Ikeu, kedaulatan pangan
harus dibangun untuk menolak intervensi lembaga multilateral dan menjujung hak
masyarakat dan perempuan dalam kebijakan pertanian serta perdagangan.
Menurut Dr.Ikeu, perempuan perlu
dilibatkan dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan kemandirian energi melalui
diantaranya: Pertama, pemberian akses sumber air, bibit, kredit,
dukungan teknis dan keuangan dalam produksi pertanian perdagangan; Kedua,
jaminan akses lahan pertanian dan mata pencarian; Ketiga, promosi
perempuan petani sebagai elemen penting dalam isu pangan dan produksi pertanian
perdagangan; dan Keempat, mendorong partisipasi perempuan dalam
kebijakan pedesaan.
Ketua Departemen Fisika FMIPA
IPB, Dr.Irzaman mempresentasikan Tungku Sekam dalam Upaya Menopang Kesetaraan
dan Keadilan Gender dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Kemandirian Energi
Berbasis Agroekosistem Pedesaan. "Ada empat hal penting yang mendasari tungku
sekam dalam upaya tersebut, yaitu: Pertama, bahan sekam padi melimpah ruah;
Kedua, daerah operasi tungku sekam sebagai pilot project di sekitar IPB, namun
dapat dikembangkan ke seluruh Indonesia dan melibatkan perempuan; Ketiga,
tungku sekam padi menjadi alternatif pengganti kompor minyak tanah maupun kompor gas yang mulai menipis
persediaannya; Keempat, dengan terbentunya sentra-sentra produksi tungku sekam
padi berbasiskan KUD dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Lokakarya yang dibuka Sekretaris
PSP3 IPB, Dr.Ir.Arya Hadi Darmawan ini dimoderatori Ketua Program Studi Wanita,
Gender dan Pembangunan LPPM IPB, Dr.Ir.Siti Amanah. (ris)
