Pengambilan Sumpah Dokter Hewan Baru FKH IPB
Pengambilan sumpah dokter hewan baru tahap I Fakultas Kedokteran Hewan
(FKH) IPB di Auditorium Jannes Humuntal Hutasoit Kampus IPB Darmaga, Rabu
(14/1) berlangsung khidmat. Sebanyak 55 dokter hewan baru diambil sumpahnya
dengan dipandu oleh Dekan FKH, Dr.drh. I Wayan Teguh Wibawan, MS.
“Semakin hari, masyarakat semakin
menyadari tentang pentingnya peran profesi dokter hewan di masyarakat. Hal ini
dipicu dengan adanya berbagai kasus penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke
manusia atau sebaliknya, seperti flu burung, anthrax, TBC atau penyakit zoonosis lainnya. Posisi dokter hewan
menjadi sangat strategis karena kita berada pada lini terdepan dalam penanggulangan
penyakit zoonosis, agar tidak terjadi kasus penularan penyakit kepada manusia,”
papar Dekan dalam sambutannya.
Sekjen Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI), drh..Hadi Wardoko, MM., menegaskan, 20 tahun mendatang adalah masa paling penting
dalam sejarah kesehatan hewan Indonesia. Suatu tantangan bagi profesi dokter
hewan untuk memperbarui tanggung jawab sosialnya.
Tidak hanya dalam bentuk mengamankan kesehatan hewan, tetapi juga berperan
dalam penelitian-penelitian biomedis, kesehatan masyarakat, sistem pangan,
ekosistem dan lingkungan. Tantangan kontemporer abad ke-21 tidak lagi hanya
tantangan hewan dan pertanian, tetapi menyangkut keseluruhan sistem ekonomi.
Sementara itu, Rektor IPB Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., mengatakan,
para dokter hewan harus bangga, karena sejak lama profesi dokter hewan sudah
ada. Namun masayarakat Indonesia kurang memahami peran dokter hewan
dibandingkan dokter manusia, padahal sebetulnya sama-sama mempunyai kewajiban
untuk menyejahterakan dan menyehatkan manusia. Hanya dalam hal ini dokter hewan
melakukannya melalui upaya penyehatan hewan dan lingkungannya, keamanan produk
hewan dan pencegahan penyakit-penyakit yang bersumber dari hewan yang dapat
menular ke manusia atau zoonosis.
Hangat
Meski cuaca di luar ruangan mendung dan beberapa kali diguyur hujan, namun
seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan hangat. Terlebih saat Dekan FKH
menyanyikan sebuah lagu daerah Bali yang dibahasasundakan (pupuh, red) dalam sambutannya. Lagu tersebut berisi petuah orang tua saat ia
masih di Bali. Decak kagum terdengar dari hadirin.
“Ulah Neng, ulah Ceu,
Ulah nyebat diri urang pinter,
Wios batur nu nyebatna,
……………………….” (nm)
