Kursus System Thinking di IPB

Kursus System Thinking di IPB

Berita







Pada Rabu, 21/1, Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM)
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB menggelar
One Day Course System Thinking bertempat di Kampus IPB
Baranangsiang, Bogor. 
Kepala P2SDM
IPB, Dr. Ir. Illah Sailah, MSc menandaskan, penyelenggaraan kursus ini
bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan menggunakan metodologi System
Dynamics
untuk membuat model sebagai suatu alat bantu dalam proses-proses
  merumuskan kebijakan, mengkaji kebijakan, merancang
instrument pelaksanaan kebijakan dan menilai dampak kebijakan dalam suatu
organisasi baik itu bisnis, perusahaan, sosial, politik, penelitian dan
pengembangan, pemerintahan, regional, nasional, multinasional, internasional,
atau lainnya.

 

One Day Course  ini menghadirkan narasumber Ir. Abdul Basith
Achmad, MS, staf pengajar
mata kuliah
Manajemen Produksi dan Operasi, Kewirausahaan, Pemodelan dan System
Dynamics
di Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB.
 
Kursus disampaikan dalam bentuk ceramah, diskusi, simulasi dan praktik
modelling dengan menggunakan software I-THINK. 
Dalam
paparannya, dosen terbaik tahun 2007 dalam
mata kuliah kewirausahaan di IPB ini  mengungkap
bahwa saat ini permasalahan organisasi, bisnis, masyarakat sudah demikian
kompleks, sehingga perlu dikembangkan system
thinking.
  

Di hadapan peserta yang
berasal dari berbagai kalangan baik dari pemerintah, pendidik, pengusaha,
maupun konsultan, Penulis Buku “Pendobrak Kotak” dan Mengapa Senang Jadi
Manusia Murah? ini mengungkap keunggulan konsep Peter M Senge yakni adanya proses
yang sistemik bagaimana mengubah individu yang handal (personal mastery)
menjadi tim yang handal (team learning) melalui suatu pola berpikir
sistemik di dalam organisasi (system thinking). Sejak dilontarkan oleh Peter M Senge pada tahun 1956, System
Dynamics
menjadi
sistem yang diakui keunggulannya oleh dunia. 

 

P2SDM IPB bertekad akan
kembali menggelar kursus serupa dengan harapan dapat diikuti oleh kalangan yang
lebih luas, diantaranya para mahasiswa pascasarjana karena pendekatan ini akan
sangat bermanfaat dalam menunjang penyusunan tesis maupun disertasi. (nUr)