MoU IPB dengan PT. Kaltim Prima Coal

MoU IPB dengan PT. Kaltim Prima Coal

Berita

Fakultas Peternakan (Fapet) Institut Pertanian Bogor  digandeng oleh PT. Kaltim Prima Coal (KPC) untuk melaksanakan rehabilitasi lahan pasca tambang. Hal ini dituangkan dalam acara penandatanganan naskah kesepahaman antara PT. KPC dengan IPB, Sabtu (6/12) di IPB International Convention Center (IICC) Bogor.

PT. KPC adalah sebuah perusahaan penghasil batubara terbesar di Indonesia yang berlokasi di daerah Sanggata Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur.Penandatanganan dilakukan oleh Rektor IPB, Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc ,dan Chief Executive Officer (CEO)PT. Kaltim Prima Coal, Endang Ruchijat, dengan disaksikan oleh Dekan Fapet IPB, Dr. Luki Abdullah.

Pada saat yang sama, PT. KPC juga melakukan kerjasama dengan Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam.Rektor IPB dalam sambutannya mengatakan, kerjasama tersebut sangat strategis dan penting. Pasalnya, ada banyak hal yang bisa dilakukan secara bersama oleh kedua institusi ini.

“Selama ini sudah banyak kerjasama antara IPB dan PT. KPC. Dengan demikian, kerjasama yang dilakukan hari ini makin memperkokoh hubungan IPB dan PT. KPC. Sementara bagi Fakultas Peternakan, diharapkan bisa menjadi fakultas yang strategis, sebagaimana hasil olahan Fapet yang selalu ditempatkan pada tempat yang strategis, ” tutur Rektor seraya menunjuk produk susu dan yoghurt yang saat itu dihidangkan di tengah-tengah meja.

Sementara, CEO PT. KPC menuturkan, kerjasama ini dimaksudkan untuk mendapat bantuan SDM dari IPB dan  Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam, dalam rangka mewujudkan penambangan yang berwawasan lingkungan.

“PT. KPC sudah memperoleh penghargaan untuk bidang reklamasi, hanya saja reklamasi yang telah kami lakukan baru sekadar hijau saja. Karena itu, dengan adanya bantuan SDM dari kedua institusi ini, reklamasi yang sesungguhnya dapat dicapai,” harap Endang Ruchijat.

Presentasi   

Dalam kesempatan itu, Dr. Luki Abdullah mempresentasikan program Fapet untuk PT. KPC. Dijelaskannya, PT. KPC telah melakukan rehabilitasi pada lahan yang telah ditambang sekitar 90.000 ha. Pelaksanaan rehabilitasi lahan pasca tambang yaitu melakukan penimbunan kembali dengan overburden & contouring, penebaran top soil dan revegetasi. 

Pada tahap awal revegetasi umumnya menggunakan rumput dan leguminosa.  Tanaman tersebut membutuhkan persyaratan hidup yang lebih sederhana dibandingkan tanaman lain. Selain itu tanaman tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tanaman makanan ternak, sehingga lahan pasca tambang dapat dimanfaatkan lebih cepat untuk usaha riil yang produktif.

“Salah satu sektor riil yang dapat dijalankan yaitu melalui usaha peternakan, khususnya sapi potong yang merupakan salah satu bidang yang sangat strategis dalam mendukung stabilitas pertumbuhan wilayah Kalimantan Timur pada umumnya dan wilayah Sanggata khususnya. Sapi potong merupakan komoditi yang dipilih karena rumput sebagai sumber pakan, syarat tumbuh simple, kontribusi terhadap kesuburan tanah dengan manure, renewable, peningkatan pendapatan masyarakat, bisnis sapi potong cukup prospektif, dan dukungan kebijakan cukup besar, dimana tahun 2010 pemerintah mencanangkan swasembada daging. Kegiatan yang telah dilakukan diantaranya review design, kajian analisis logam pada tanaman dan ternak, serta penerimaan mahasiswa utusan KPC,” papar Dr. Luki.Kepala Pusat Litbang Hutan dan

Konservasi Alam, Ir. Anwar, M.Sc, juga berkesempatan mempresentasikan program-programnya.  Ir. Anwar, M.Sc, menyebut berbagai permasalahan lahan bekas tambang batu bara, yakni lahan bekas tambang kekurangan bahan organik dan populasi bakteri dan fungi rendah, resapan air tanah rendah karena kepadatan tanah yang tinggi, tingkat kemasaman tinggi dan KTK rendah, perlu penambahan BOT untuk perbaikan fisik kimia tanah, dan  Iklim mikro kurang mendukung bagi tanaman baru.Ruang lingkup kerjasama yang dilakukan Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam diantaranya analisis zona restorasi menurut fungsi vegetasi dan sistem perlindungan kawasan, analisis kesesuaian jenis tanaman pada setiap zona, analisis vegetasi sebagai habitat satwa liar yang berperan dalam suksesi vegetasi hasil restorasi, formulasi rancang bangun daerah penyangga Taman Nasional Kutai di areal bekas pertambangan KPC, dan evaluasi pelaksanaan kerjasama.

Hadir dalam kesempatan itu antara lain Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof.Dr.Ir. Yonny Koesmaryono, MS, Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama Dr.Ir. Anas Miftah Fauzi, M.Eng, Kepala Sub Direktorat Kerjasama Dr.Ir. Alinda Fitriany Malik Zain, M.Si, Wakil Dekan Fakultas Peternakan  Dr.Ir. Muhammad Yamin, M.Agr.Sc, dan Ketua Komisi Kerjasama Fakultas Peternakan Dr. Ir. Panca Dewi MHKS, MS. (nm)