Wisuda 1010 Lulusan Diploma IPB

Wisuda 1010 Lulusan Diploma IPB

Berita


IPB kembali mempersembahkan lulusan terbaiknya sebagai sumberdaya manusia yang berkualitas dan siap membangun sektor pertanian dalam arti luas. Pada dalam Sidang Terbuka IPB dengan acara tunggal Wisuda dan Penganugerahan Ijazah Ahli Madya Program Diploma IPB, Tahun Akademik 2008/2009 IPB mewisuda 1010 Ahli Madya. Perhelatan ini digelar di Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Darmaga Bogor (19/11).

Lulusan terbaik tingkat IPB yaitu Korisa Henny Sasmita dari Program Keahlian Teknologi Industri Benih dengan IPK 4,00 predikat Cum Laude. Khusus untuk 2 program keahlian lainnya yaitu Akuntansi dan Perkebunan Kelapa Sawit baru akan meluluskan pada tahun depan.

Rektor IPB, Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc, memberikan apresiasi atas kelulusan para wisudawan.

“Saya mengucapkan selamat atas kelulusan saudara dan gelar yang telah saudara raih sesuai dengan bidang ilmu masing-masing. Kepada orang tua, orang tua asuh, donatur, penyedia beasiswa, dan keluarga wisudawan, saya turut bersyukur dan berbahagia,” kata Rektor IPB.

Rektor juga merasa bangga, karena lulusan Program Diploma IPB kali ini sekitar 15 %-nya sudah diserap dan bekerja di perusahaan tempat magang atau tempat lainnya.

Selain itu, Rektor juga berharap, Program Diploma terus berbenah dan terus meningkatkan mutu penyelenggaraan akademik dan administrasi. Program Diploma tetap menjadi andalan IPB untuk mencetak para Ahli Madya dalam rangka memenuhi kebutuhan stakeholder terhadap kebutuhan tenaga di level menengah yang terampil dan siap pakai di dunia kerja. Hal ini sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga (ART) IPB 2003 yang mengamanatkan politeknik sebagai wadah bagi pendidikan vokasional di IPB.

“Dalam konteks Research Based University, saya memandang Program Diploma IPB dapat mendorong riset-riset aplikatif serta mampu menghasilkan para Ahli Madya yang mampu menjadi penghubung antara hasil-hasil riset dengan penerapannya di lapangan,” ujar Rektor.

IPB boleh berbangga, karena pada tanggal 8 Maret 2008 lalu, berdasar Surat Nomor 137/ BAN-PT/SKAIPT/III/2008, IPB telah mendapat Akreditasi Institusi dengan Peringkat A atau sangat baik.

Selain itu IPB juga terus berkomitmen untuk menjadi World Cclass University. Sejak tahun 2007 sampai sekarang, IPB telah tercatat dalam daftar peringkat 500+ top universitas di dunia menurut versi THE-QS Wworld University Rankings bersama-sama Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Diponegoro. Sementara Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Gadjah Mada telah lebih dulu masuk dalam 500 top di dunia.

Kemudian, pada tanggal 23 September 2008, Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis (MB) IPB secara resmi mendapatkan sertifikat ISO 9001-2000 dari BM-TRADA-UKAS (United Kingdom) dan MALQA-KAN (Indonesia). Ruang lingkup sertifikasi adalah pelayanan akademik di tingkat Program S2 (Magister Manajemen Agribisnis) dan S3 (Doktor Manajemen Bisnis).

“Kami berharap, akan banyak manfaat yang dapat diperoleh sejak proses sertifikasi ini dimulai, setidaknya seluruh proses dan output pelayanan di MB-IPB terdokumentasi dengan baik. Seluruh unit dalam sistem juga akan bekerja sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, sehingga kebijakan mutu dapat dilaksanakan dengan baik untuk mencapai mutu yang telah didefinisikan. Saya berharap prestasi ini dapat menular ke unit-unit lain di lingkungan IPB dan saya yakin Program Diploma IPB akan mencapainya dalam satu tahun ke depan,” ujar Rektor.

Sementara itu, Direktur Program Diploma IPB, Prof. Dr. Ir. M. Zairin Junior, M.Sc. dalam sambutannya mengatakan, walaupun saat ini kondisi ekonomi Indonesia dan dunia tengah dalam masa krisis, namun harus tetap optimis kita dapat melaluinya dengan baik.

“Untuk itu saya mengajak wisudawan sekalian agar tidak terpaku hanya sebagai pencari kerja namun lebih dari itu dapat menciptakan peluang-peluang yang dapat menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan seperti yang telah diajarkan selama ini,” kata Direktur Program Diploma IPB.

Lebih lanjut dikatakannya, menurut data Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, saat ini terdapat kurang lebih 190.267 perusahaan yang tersebar secara nasional yang bergerak dalam 9 sektor usaha utama yaitu (1) Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Perkebunan, (2) Pertambangan dan Penggalian, (3) Industri Pengolahan, (4) Listrik, Gas dan Air, (5) Bangunan dan Konstruksi, (6) Perdagangan, Restoran dan Hotel, (7) Transportasi dan Komunikasi, (8) Lembaga Keuangan dan Perbankan (9) Jasa Kemasyarakatan, Sosial dan Perorangan.

“Kesembilan sektor tersebut mempunyai peluang dan potensi untuk menyerap tenaga kerja setingkat Ahli Madya mengingat saat ini kondisi perekonomian Indonesia mulai memperlihatkan geliatnya, sehingga sangat dibutuhkan tenaga-tenaga muda yang memiliki keahlian dan keterampilan,’ katanya

Menurut survey BPS bulan Pebruari 2008, dijelaskannya, jumlah usia produktif yang bekerja, sekitar 102 juta orang, 41,5%-nya memiliki pekerjaan tetap, 17,6%-nya bekerja tidak tetap, dan 19,7%-nya terjun berwiraswasta. Dari sejumlah tenaga kerja yang memiliki pekerjaan tetap, hanya 6,17% saja yang berpendidikan Diploma/Akademi, dalam kenyataannya di setiap perusahaan, tenaga menengah terampil sangat dibutuhkan untuk mengisi manajemen lini pertama atau middle management. Menurut catatan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, tersedia 2080 jenis pekerjaan, sekitar 1300 diantaranya membutuhkan tenaga kerja setingkat Ahli Madya, berarti 63% jenis pekerjaan membutuhkan lulusan pendidikan program diploma. Disamping untuk mengisi lapangan kerja tersebut, lulusan Diploma IPB sudah disiapkan untuk dapat menciptakan lapangan kerja sebagai wirausahawan muda. Untuk tujuan wirausaha tersebut pemerintah juga telah menyediakan kredit UMKM yang pada tahun lalu mencapai 450 triliun rupiah yang penyerapannya belum optimal. Untuk meningkatkan penyerapan kredit UMKM ini pemerintah telah pula menyiapkan penjaminan dari Askrindo dan SPU kepada nasabah UMKM. Plafon kredit setiap debitur UMKM dalam program penjaminan ini maksimal 500 juta rupiah, dengan suku bunga kredit 16% per tahun. Imbal jasa penjaminan (premi) sebesar 1,5 % dari plafon kredit per tahun menjadi beban APBN.

”Saya mengajak sejenak menengok ke belakang, saat dimana Direktorat Program Diploma IPB baru terbentuk. Saat itu fasilitas yang kami miliki belumlah selengkap dan sebaik saat ini, kondisi kampus yang masih banyak ditumbuhi tanaman liar dan rumput yang tinggi, kapasitas ruangan yang tidak dapat menampung jumlah mahasiswa yang besar, peralatan praktikum yang masih terbatas. Kami sadar saat itu, belumlah mempunyai daya dan upaya seperti saat ini, kami hanya mempunyai semangat dan keyakinan bahwa suatu saat nanti Program Diploma IPB akan menjadi institusi yang maju dan bermutu,” ujarnya.

Sambil bernostalgia, diceritakannya sebuah kejadian yang membuatnya selalu tersenyum bila mengingatnya, dimana ada seorang calon mahasiswa menangis dan minta pulang setelah melihat kondisi kampus yang saat itu memang tidak representatif, dimana banyak ruang-ruang yang masih rusak, kondisi lapangan yang ditumbuhi rumput dan tanaman liar. Tetapi setelah dijelaskan bahwa akan dilakukan renovasi dan pembuatan gedung baru, calon mahasiswa tersebut bersedia menjadi mahasiswa Program Diploma IPB, dan hari ini mahasiswa tersebut berada diantara kita semua sebagai wisudawan.

”Berbekal dari kejadian-kejadian seperti tersebut, kami berupaya dengan segala kemampuan yang ada untuk membangun seraya mengembangkan institusi program diploma di IPB agar menjadi sebuah program yang unggul dan mandiri. Saat ini Program Diploma IPB sudah menjadi institusi yang besar dan mantap, tercatat 5632 mahasiswa sedang menuntut ilmu di 16 program keahlian. Oleh karena itu, kami senantiasa melengkapi dan memperbarui fasilitas perkuliahan dan praktikum. Saat ini kami sudah memiliki berbagai fasilitas kuliah dan praktikum yang sesuai dengan standar penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi. Ruang kuliah yang sesuai dengan kapasitas mahasiswa, dilengkapi dengan AC dan LCD. Ruang praktikum yang memenuhi kebutuhan kurikulum seperti Dapur Kulinari yang berstandar Hotel dan Restoran, Lab Kimia, Fisika, Biologi, Pengolahan, Mikrobiologi dengan peralatan praktikum berstandar tinggi, Lab Komputer, Hardware, Multimedia dengan spesifikasi terbaru. Unit Hatchery Ikan, Aquarium, Perkandangan, Lahan Percobaan yang diisi dengan ikan, ternak, dan bibit yang unggul. Juga Lab fotografi, pemancar radio mini, studio gambar dengan peralatan spesifikasi terbaru,” jelasnya.

Menurutnya, walaupun saat ini Program Diploma IPB sudah semakin besar, namun ini bukan dijadikan sebagai puncak keberhasilan, tetapi inilah masa-masa pemantapan menuju kualitas yang lebih baik lagi agar ke depan Diploma IPB bisa menjadi institusi yang lebih besar dari saat ini.

”Untuk menjamin kualitas yang sudah diraih seperti saat ini, kami sedang berusaha untuk mendapatkan ISO 9000, selain itu di masa yang akan datang kami merencanakan pembentukan Klinik Bisnis dan Teaching Industri. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan dan mempertahankan kualitas yang sudah dicapai. Sebagai institusi yang sedang berkembang, kami senantiasa menjaga hubungan yang baik dengan stakeholder, untuk itu pembinaan jejaring tempat magang dan kerja terus ditingkatkan, termasuk diantaranya membuka peluang-peluang magang ke luar negeri. Pada tahun ini 9 orang mahasiswa program diploma mendapatkan kesempatan magang di Jepang,” katanya.

Direktur Diploma menandaskan, sebagai institusi yang baru terbentuk selama 4 tahun, menyadari sepenuhnya bahwa dukungan berbagai pihak menjadi modal kekuatan Diploma IPB.

“Untuk itu ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Rektor IPB beserta Wakil Rektor dan para Direktur, Kepala Kantor, serta para Dekan dan Ketua Departemen atas dukungannya selama ini. Ucapan terima kasih khusus, kami sampaikan kepada Rektor sebelumnya, Bapak Prof. Dr. Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc. beserta para mantan wakilnya, atas dukungan selama pembentukan Direktorat Program Diploma ini,”ujarnya. (man)


Jumlah Lulusan Program Pendidikan Diploma III
Berdasarkan Program Keahlian
Pelaksanaan Wisuda IPB Tahap I
19 November 2008

No. Program Keahlian Total
1 Komunikasi 123
2 Ekowisata 65
3 Manajemen Informatika 124
4 Teknik Komputer 60
5 Supervisor Jaminan Mutu Pangan 63
6 Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi 112
7 Teknologi Indsutri Benih 56
8 Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya 54
9 Teknologi dan Manajemen Ternak 59
10 Manajemen Agribisnis 117
11 Perencanaan dan Pengendalian Manufaktur/ Jasa 61
12 Analisis Kimia 54
13 Teknik dan Manajemen Lingkungan 62
  Jumlah 1.010

Daftar Lulusan Terbaik

No. Nama Wisudawan Program Keahlian IPK Predikat
1. Delvi Yenty Komunikasi 3.92 Cum Laude
2. Liani Afriana Sipayung Ekowisata 3.88 Cum Laude
3. Ahmad Saifuddin Manajemen Informatika 3.81 Cum Laude
4. Sigit Wibowo Teknik Komputer 3.85 Cum Laude
5. Astri Hermeinasari Supervisor Jaminan Mutu Pangan 3.89 Cum Laude
6. Ulfah Sulistiowati Sudarto Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi 3.52 Cum Laude
7. Korisa Henny Sasmitas Teknologi Indsutri Benih 4.00 Cum Laude
8. Erik Kuswara Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya 3.91 Cum Laude
9. Friska Augustina Zai Teknologi dan Manajemen Ternak 3.95 Cum Laude
10. Mohamad Rizky Kemal Siregar Manajemen Agribisnis 4.00 Cum Laude
11. Yulia Fatimah Perencanaan dan Pengendalian Manufaktur/ Jasa 3.82 Cum Laude
12. Dihan Topan Mahisa Analisis Kimia 3.85 Cum Laude
13. Asysifa Teknik dan Manajemen Lingkungan 3.62 Cum Laude