Orasi dan Bedah Buku Fadel Muhammad di IPB
Dr. Fadel Muhammad, Gubernur Gorontalo, pada (10/11) hadir di IPB. Kehadiran Fadel Muhammad ini atas undangan Forum Mahasiswa Pasca Sarjana (Wacana) IPB bekerjasama dengan Ririuangan Mahasiswa Gorontalo IPB dan Program Magister Pembangunan Daerah Sekolah Pascasarjana IPB. Selain berorasi, Fadel juga membedah bukunya yang berjudul “Reinventing Local Government”.
Dekan Sekolah Pasca Sarjana (Sps) IPB Prof Dr Ir Khiril Anwar Notodiputro menilai, Fadel merupakan figur yang unik di tengah-tengah euforia desentralisasi dan otonomi daerah yang cenderung memiliki kekuasaan berlebih sehingga banyak terjadi korupsi. Namun, kecenderungan tersebut tidak nampak dalam kepemimpinan Fadel. “Saya melihat sosok Fadel unik dan berbeda dengan kepala daerah pada umumnya,” ujar Prof. Khairil.
Keunikan yang dimaksud yakni, pertama, merupakan salah satu kepala daerah yang relatif bersih di tengah banyaknya kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Kedua, Dr. Fadel lebih tertarik mengembangkan sektor ekonomi dengan pemberdayaan sumber daya alam (SDA). “Gorontalo terkenal dengan jagungnya. Sementara di sisi lain banyak daerah tergiur mengembangkan daerahnya dalam sektor fisik, seperti gedung-gedung megah. Tapi, Dr. Fadel justru memilih mengembangkan SDA, tentu ini sangat unik,” paparnya.
Bila ditarik secara nasional, jelas Prof. Khairil, ekonomi nasional sudah seharusnya berbasis SDA, dengan catatan mengedepankan kebutuhan rakyat dan menomorduakan kebutuhan ekspor. “Jangan sebentar-sebentar bicara ekspor, padahal belum tentu kebutuhan dalam negeri tercukupi,” sindirnya.
Sementara Sekjen Forum Wacana IPB David Rizar Nugroho mengatakan, ”Orasi Fadel berjudul Agropolitan dan Pembangunan Daerah. Kita ingin mendengar langsung dari Pak Fadel bagaimana kiat-kiat beliau memimpin Gorontalo sehingga menjadi provinsi yang dikenal dengan pembangunan agropolitannya,” terang mahasiswa S2 Komunikasi Pembangunan Pertanian IPB ini.
Menurutnya, Dr. Fadel merupakan sosok pengusaha nasional yang sukses pulang kampung untuk membangun daerahnya dengan prinsip-prinsip entrepreneurship. Ini dibuktikan dengan keberhasilannya mengembangkan konsep agropolitan lewat membudidayakan jagung. Selain itu, sosok ini juga berhasil menerapkan jiwa entrepreneurship dalam tubuh birokrasi daerah.
Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan bedah buku ”Reinventing Local Government”, yang menampilkan tiga pembahas yaitu Prof Dr Hermanto Siregar (ahli ekonomi IPB), Prof.Dr Bustanul Arifin (Peneliti Indef), Dr Yamin Saleh, (Doktor Ilmu Pemerintahan Universitas Padjajaran yang kini menjabat Asisten Tata Praja Pemkot Bogor) dan Bupati Sukabumi. Buku Fadel merupakan intisari disertasinya pada program Doktor Ilmu Pemerintahan Universitas Gadjah Mada (UGM). (dra/zul)
